Mengapa Kita Tidak Bisa Mengenal Allah
Mengapa Kita Tidak Bisa Mengenal Allah

Mengapa Kita Tidak Bisa Mengenal Allah ?

MutiaraPublic.com Saudaraku, marilah kita kembali sejenak mengkaji ketika pada waktu silam, ketika dimana alam jagad raya ini sepi, sunyi. Ketika itu Allah SWT adalah ‘Wujud’, wujud yang sendiri, tidak ada sama sekali atau siapa-siapa kecuali Dia sendiri. Kemudian Allah SWT menuju terhadap penciptaan langit dan langit pun itu masih merupakan asap, kemudian Allah SWT berkata kepada langit dan juga kepada bumi :

{” Datanglah kalian keduanya (langit dan bumi) menurut perintah-Ku (Allah SWT) dengan sesuka hati atau (dengan) terpaksa “} Keduanya pun menjawab : {” Kami datang dengan sesuka hati “} (QS Fushshilat: 41).

Allah SWT menciptakan langit dan menciptakan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya tersebut dalam kurun waktu enam masa, dan tidak sedikitpun ditimpa keletihan (QS: Qaaf: 38). Allah SWT berfirman : {” Dan Kami tidak menciptakan langit dan (tidak menciptakan) bumi serta apa yang ada diantara keduanya itu dengan (hanya) bermain-main “} (QS-Ad-Dukhaan: 38).

Saudaraku, kemudian sekarang mari kita tanya kepada diri kita sendiri :

Apakah diri kita kini sekarang sedang bermain-main dalam menghadapi kehidupan ini ? Dan Apakah sekarang diri kita ini telah mempermainkan nasib hamba Allah SWT (manusia lain) atau makhluk yang lainnya ? 

Saudaraku, ketahuilah ; {” Sesungguhnya penciptaan langit dan penciptaan bumi itu lebih besar dari pada penciptaan kita (manusia) akan tetapi kebanyakan kitanya yang tidak mengetahuinya “}, (QS. Ghafir [40] : 57).

Jadi, janganlah sekali-kali kita terburu-buru mengira bahwasanya kita ini adalah makhluk yang terhebat, sebab sesungguhnya ada rahasia yang tak terbatas yang sebenarnya kita tidak mengetahuinya.

Lantas.., ke mana kita dapat menjumpai Allah SWT yang Awal eksistensi itu ? Allah SWT menjawab, {” Di manapun engkau menghadap, di situlah wajah Allah SWT “} (QS: Al-Baqarah: 115).

Sudah pernah melihat Allah SWT ? Nabi Musa as, meminta Allah SWT untuk memperlihatkan diriNya kepada nabi Musa tersebut. Namun, Allah SWT memberikan contoh, Allah SWT menampakkan diriNya kepada bukit, lalu apa yang terjadi, bukit itu pun hancur lebur. Akan tapi mengapa Allah SWT telah mengatakan {” Di manapun dirimu/ engkau menghadap di situlah wajah-Ku (Allah) “} ?

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi ; {” Manusia itu adalah rahasiaKu (Allah SWT) dan Aku (Allah SWT) adalah rahasianya (manusia) “} Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda ; {” Barangsiapa (diantara kalian manusia) yang mengenal dirinya maka ia pasti akan mengenal Allah SWT “}.

Lantas.., mengapa manusia itu masih tidak bisa mengenal Allah SWT ? Baginda Nabi Muhammad juga bersabda ; {” Jika setan-setan tersebut tidak mengelilingi di dalam hatinya anak Adam (manusia) maka niscaya anak-anak Adam (manusia) itu dapat mampu untuk melihat ke alam malakut yang sangat tinggi “}.

Saudaraku, Allah SWT telah mengatakan bahwasanya yang menjadi setan itu bisa saja dari golongan jin (dedemit, lelembut) dan bisa saja setan itu adalah manusia itu sendiri, (QS: An-Naas: 4-6). Artinya manusia itu bisa saja menjadi setan bagi dirinya sendiri dan manusia itu bisa saja menjadi setan bagi makhluk/ manusia lainnya. Bahkan kalo kita kaji, di zaman sekarang ini kemajuan setan pun kelihatannya sudah dapat kita rasakan secara transparan, bagaimana tidak mereka hanya duduk-duduk santai dan mereka memanfaatkan kemajuan tekhnologi yang canggih untuk berbuat berbagai kejahatan, seperti misal ; menipu, atau membohongi dengan berbagai analisis keahliannya. Ketahuilah bahwa setan itu tidak perlu bersusah-payah dalam menggoda para manusia hanya untuk dijadikan kawan kelak di neraka.

Manusia pun sekarang ini semakin terlelap dalam berbagai mimpi kegaduhan-kegaduhan dunia, mereka dirasuki oleh hawa hedonisme, mereka tidak peduli lagi walaupun harus dengan menyuapnya, atau menerima suapan dari para antek setan, mereka me-lacurkan intelektualitas, mereka berbudaya dalam bisnis-bisnis haram, bahkan mereka tidak segan-segan melakukan persaingan bisnis curang, mereka sering mengkhianati kawan atau bahkan menghianati kepada masyarakat-masyarakat kecil yang seharusnya mereka bela, dan lain-lainnya.

Semakin lama mereka semakin larut dalam berbagai kegaduhan tersebut, dan merekapun semakin jauh dari Allah SWT yang dipikirnya hanya bisa didekatkan dengan melalui sholatnya yang dilumuri perilaku kegaduhan tersebut. mereka pikir Allah SWT  bisa didekati dengan menyumbang sebagian hartanya, ya…, harta hasil rampasan atau harta haram yang kemudian mereka sumbangkan kepada kaum lemah (mengambil harta yang lemah kemudian disumbangkan lagi kepada yang lemah).

Wahai saudaraku yang masih memiliki iman walaupun itu hanya sedikit….! Bagaimana anda dapat mengenal Allah SWT, jika yang dilakukan kalian adalah perilaku dan sikap yang demikian itu ?

 

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.