Menelisik Tradisi Bagi Sang Buah Hati
Menelisik Tradisi Bagi Sang Buah Hati

Menelisik Tradisi Bagi Sang Buah Hati

MutiaraPublic.com – Kehadirannya selalu didamba-damba. Betapa anak sudah menjadi bagian dari jiwa bagi setiap orang tua. Wajar saja jika segala daya upaya dicurahkan demi sang buah hati tercinta. Mulai janin mengisi rahim sang bunda, sungguh beragam daya upaya bahkan acara ritual dilaksanakan demi keselamatan sang calon bayi, sudah mengiringi perjalanan hidupnya.

Sayangnya baik disadari atau tidak, melekatnya suatu tradisi serta adat kebiasaan yang diwarisi dari agama lain selain agama Islam sering kali kita lakukan, sementara terhadap ajaran agama Islam sendiri kita justru masih demikian asing/ masih terabaikan.

Contoh sederhananya, banyak orang yang dengan atau bahakan dengan segala cara (termasuk berhutang) hanya dalam rangka menyelenggarakan beragam ritual pada masa kehamilan, selamatan kelahiran, dan lain sebagainya. Namun malah kita mengabaikan untuk meninggalkan akikah dengan alasan ketiadaan biaya. Banyak juga di antara kita yang mencukupkan diri dengan membagi-bagikan roti/cake dengan alasan kepraktisan, kemewahan, atau adu gengsi tentunya dengan biaya yang tidak sedikit.

Yang lebih parah lagi, ada pula yang menyelipkan ritual tertentu dengan dalih ikhtiar. Namun faktanya justru malah mencemari nilai-nilai akidah agama islam. Padahal kalo kita kaji yang namanya ikhtiar, harus seirama dan senada dengan tujuan yang ingin dicapai, bukan malah menfokus untuk mewuju pada ritual yang berbaur kesyirikan serta keyakinan/takhayul tertentu.

Bersyukurlah pada karunia dan nikmat Allah SWT. semestinya dilakukan setiap saat, bukan hanya pada momen-momen tertentu. Tidak hanya ketika usia kandungan menginjak bulan tertentu, tidak hanya setiap ulang tahun, dan sebagainya. Namun, kita benar-benar menghabiskan seluruh lembaran sisa hidup untuk melukis rasa syukur kita.

Oleh sebab itu, marilah gunting lembaran kejahilan dari memory hidup kita, janganlah kita terus terperangkap dalam jeruji tradisi yang tidak islami. Jangan sampai buah hati tercinta kita terdidik sejak dini/ kecil untuk melakukan amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya dalam agama kita. Sudah semestinyalah kita mentradisikan agama Islam beserta menegakkan ajarannya, bukan “mengislamkan” tradisi lebih-lebih menyimpang dari ajarannya atau memberhalakan tradisi yang tidak islami.

Naudzubullah stumma naudzubillah…!

 

Oleh : Ustd. Rahamat Hidayat
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Kehadirannya selalu didamba-damba. Betapa anak sudah menjadi bagian dari jiwa bagi setiap orang tua. Wajar saja jika segala daya upaya dicurahkan demi sang buah hati tercinta. Mulai janin mengisi rahim sang bunda, sungguh beragam daya upaya bahkan acara ritual dilaksanakan demi keselamatan sang calon bayi, sudah mengiringi perjalanan hidupnya. Sayangnya baik disadari atau …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.