Menelisik Pribadi Berdzikir
Menelisik Pribadi Berdzikir

Menelisik Pribadi Berdzikir

MutiaraPublic.com – Saudara/i yang di muliakan Allah SWT, Pribadi berdzikir adalah dzikir yang telah menjadi kepribadiannya, tentu hal ini merupakan buah dari “mujahadah” kesungguhan, keseriusannya, dan kedisiplinannya yang terus menurus menjaga dzikir kepada Allah SWT, sehingga dzikir menjadi nafasnya, sehingga dzikir menjadi ruhnya.

Saudara/i yang di muliakan Allah SWT, Kenapa ia berdzikir, karena Allah SWT lah tujuannya, karena dibalik lafadz dzikirnya tersebut ia ingin Allah SWT meridhoinya, ia ingin Allah SWT merahmatinya, Allah SWT mengampuninya, Allah SWT membimbingnya dari setiap aktivitasnya, ia ingin berkah dan bertambah cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Maka bertambah mulia akhlaknya sehingga dunia ini menjadi majelis dzikir. Sehinga melangkah pun dia berdzikir, berdiri berdzikir, duduk berdzikir, serta berbaring sekalipun ia berdzikir. Dimana pun dan bagaimana pun ia selalu berdzikir.

Allahu akbar, bagi dirinya bumi pun menadi tempat ibadah untuk berdzikir, rumah, kantor, bahkan hotel sekalipun manjadi mushollah baginya dalam berdzikir kepada Allah SWT. Bicaranya adalah dakwah, karena tidak ada pembicaraan dzikir terbaik selain berdakwah.

Saudara/i yang di muliakan Allah SWT, nafasnya adalah tasbih, karena ia tahu setiap nafas dalam perjalanan umurnya akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT. Dan dia jaga dia jaga dan dia nikmati dengan ucapan {“ Subhanallah.. Walhamdulillah.. Wala.. Ila.. haillallah.. wallahuakbar..! ”}.

Diam-diam ia berdzikir, sebagaimana kita bisa mengetahuinya tatkala ia terkejud akan memanggil nama Allah SWT, ia terkejud dan merefleksikan dirinya dengan menyebut nama Allah SWT tanpa direkayasa atau tidak di pikirkan sebelumnya. Karena buah dari hatinya selalu berdzikir kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT jaga dalam keterkejutannya pun ia berdzikir memanggil asmaNya. Inilah suatu tanda bahwa dzikirnya hidup di dalam ruhnya tersebut.

Diam-diam hatinya berdoa, dia senang mendoakan siapapun, apa yang dia lihat dia doakan kebaikan, ketika ia lihat pasangan suami istri maka ia doakan agar keluarga tersebut menjadi sakinah, ketika melihat yang berbeda keyakinan maka ia berdoa agar diberikan hidayah pada mereka, ketika melihat anak maka ia berdoa supaya jadikan mereka anak sholeh. Tiada lain dari hidupnya hanya untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah SWT.

Saudara/i yang di muliakan Allah SWT, pribadi berdzikir itu sangatlah sibuk dan asyik dalam memperbaiki dirinya, ia sama sekali tidak tertarik untuk mencari sesuatu kekurangan apalagi mencari aib orang lain, Allahu akbar.. sungguh bahagianya hidup seperti dia.

{“ Ya Allah.. Jadikanlah kami pribadi yang selalu ingat kepadamu dan jagalah ingatan kami kepadamu… Amin “}.

 

 

 

Sumber : KH. Muhammad Ilham Arifin
Oleh : Nur Laely
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

One comment

  1. harsono bin Turkidjan

    Ya ALLAH , semoga semua putra, putra, putri dan putra, 4 menantu dan 7 cucu kami , semuanya menjadi sholeh dan sholehah. AL FATIHAH, Aaaaaaamiiiiiiin

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.