Kisah Kesederhanaan Rasulullah
Kisah Kesederhanaan Rasulullah

Meneladani Kesederhanaan Rasulullah Saw

MutiaraPublic.com – Kesederhanaan pribadi Rasulullah SAW dan para sahabat dikisahkan oleh abu hurairah demi Allah yang tidak ada sekutu baginya terkadang aku tidur di atas tanah dengan perut lapar dan terkadang aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar.

Tidak saja soal makanan Rasulullah SAW dalam hal tidur beralaskan tikar dan rumahnya sangat sederhana kalau ada pakaian yang sobek dan koyak belau sendiri yang menambalnya, tidak menyuruh istrinya beliau juga memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun dijual.

Setiap kali pulang ke rumah bila dilihat tiada makanan yang siap untuk dimakan sambil tersenyum Rasulullah SAW menyisingkan lengan bajunya untuk membantu istriny di dapur. Sayidatuna Aisyah mengisahkan kalau nabi berada di rumah beliau selalu membantu urusan rumah tangga jika mendengar adzan beliau cepat-cepat berangkat ke masjid dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai shalat.

Pernah Rasulullah SAW pulang ada waktu pagi dan tentulah amat lapar saat itu, namun dilihatnya tiada apapun yang ada untuk sarapan, yang mentah pun tidak ada karena Aisyah belum ke pasar maka nabi SAW bertanya belum ada sarapan ya humaira ? ( humaira adalah panggilan mesra untuk sayidatuna Aisyah yang berarti wahai yang kemerah merahan) Aisyah lantas menjawab dengan agak serba salah belum ada apa-apa wahai Rasulullah, Rasulullah SAW lantas berkata kalau begitu aku puasa saja hari ini tak sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.

Sayidatuna Aisyah mengisahkan kesederhanaan Rasulullah SAW tidak pernah memenuhi perutnya bersama keluarganya beliau tidak pernah minta makan kepada istri-istrinya jika mereka menghidangkan makanan beliau-pun makan. Beliau makan apa yang di hidangkan mereka dan meminum apa yang dihidangkan oleh mereka.

Walau nabi Muhammad SAW penuh kesederhanaan bahkan terkadang tak jarang makan. Beliau tetap tegar menjalankan risalah kenabian yang melekat pada dirinya. Pernah suatu ketika saat beliau menjadi imam shalat para sahabat melihat gerakan Rasulullah SAW antara satu rukun ke rukun yang lain amat sukar sekali, dan mereka mendengar bunyi menggerutuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh manusia yang paling mulia itu bergeser.

Usai shalat, sayidina Umar bin Khatab yang tidak tahan melihat keadaan nabi langsung bertanya ya Rasulullah kami melihat seolah olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat, Apakah engkau sakitk ya Rasulullah?

Tidak ya Umar.. Alhamdulilah aku sehat bugar !. jawab Rasuullah SAW.

Begitulah salah satu gambaran kisah kehidupan baginda Rasulullah SAW, yang penuh dengan kesederhanaan. Bahkan Sungguh, sangat sederhana untuk ukuran seorang pemimpin sekaliber beliau, amirul muknimin dengan kekuasaan sebesar beliau. Semoga kisah Rasulullah SAW ini bisa bermanfaat banyak bagi kita, terutama kita sebagai seorang pemimpin. Aamiin !

 

 

Oleh : Suparto
Redaktur : Aminatul Jannah

 


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.