Kisah inspirasi : Strategi Iblis
Kisah inspirasi : Strategi Iblis

Kisah inspirasi : Strategi Iblis?

MutiaraPublic.com – Dalam sebuah hadist menceritakan tentang dua orang saudara, yaitu seorang yang sangat kuat dalam beribadah kepada Allah dan seorang lagi selalu dan sering berbuat maksiat dan kejahatan.
Suatu hari, saudara yang kuat beramal ibadah kepada Allah telah bercita-cita untuk melihat iblis di tempat ibadahnya. Suatuketika dia sedang duduk sendirian, kemudian datanglah syaitan (iblis) terkutuk seraya berkata:

“Sayang sekali, engkau manusia telah menghabiskan dan menyia-nyiakan 40 tahun usiamu. oleh karena itu rasakanlah kenikmatan dunia dan ikuti kehendak dan keinginanmu. Kemudian kembalilah engkau bertaubat serta membuat ibadah kepada Allah pula. Jadi tiadalah engkau merugi dalam dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Penyayang.”

Mendengar kata-kata iblis yang lembut dan masuk akal itu maka hati dan pendiriannya telah berubah.

“Benar juga perkataan iblis itu, aku telah merugikan diriku sendiri beberapa lama. Baiklah aku turun ke bawah, mendapatkan saudaraku supaya dapat aku bersama-samanya memuaskan nafsu keinginan dan keduniaan selama 20 tahun, kemudian aku akan bertaubat dan kembali beribadah kepada Allah di dalam usiaku yang 20 tahun lagi itu.” ,ucap ahli ibadah itu.

Selepas dari itu dia pun turun ke bawah dengan niat untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan kepada Allah.
Adapun saudaranya yang seorang lagi yang selalu melakukan kemaksiatan dan kejahatan itu menyadari kesalahan yang telah dilalukannya. Pada suatu hari dia mendapati dirinya di dalam seburuk-buruk keadaan.
Dilihatnya badannya serta pakaiannya telah kotor berlumuran dengan najis serta terlantar pula di atas debu tanah. Sewaktu dia sadar itu, maka berkatalah ia dalam hatinya:

“Oh… sia-sianya. Oh., ruginya aku. Sudah habis umurku di dalam dunia maksiat, aku telah merusak diri sendiri serta bodoh, sedangkan saudaraku itu sedang menikmatan beribadah kepada Allah dan akan memperolehi syurga Tuhan. Tetapi aku., nerakalah tempat tinggalku. Demi Allah, aku bertaubat aku akan naik ke atas bersama saudaraku untuk mengerjakan ibadah dan berbakti kepada Allah. Semoga Allah akan mengampuni segala dosanya.”

Maka diapun naiklah ke atas dengan niat untuk bertaubat. sedangkan saudaranya itu pula turun dengan niat untuk melakukan pekerjaan maksiat dan pekerjaan yang dimurkai/dilaknat oleh Allah.
Tiba- tiba sewaktu dia hendak turun maka dia tergelincir kakinya lalu jatuh di atas adiknya bertimpa-timpa. Akhirnya kedua-duanya itu pun mati di situ juga.
Di hari akhirat nanti kedua saudara itu akan dibangkitkan menurut niatnya. Yaitu yang ahli ibadah akan dibangkitkan atas niat maksiat, dan adiknya pula akan dibangkitkan atas niat berbakti kepada Allah sebagaimana sabda Nabi Saw:
“Akan dibangkitkan tiap-tiap hamba menurut keadaan matinya.” (baik atau buruk). Di samping itu anggaplah syaitan itu sebagai musuh selama-lamanya sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi kamu.”
Semua orang tahu iblis/syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kita, tetapi adakah semua orang tahu bahwa hari ini banyak sekali orang yang mengikuti langkah-langkah syaitanyang terkutuk itu. Hari ini syaitan merajalela dengan berbagai kegiatan maksiatnya di tempat-tempat judi, kelab-kelab malam dan sebagainya.

Barokallah…..

Editor :Didik Sugianto
Sumber : Media abatasa
 

DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.