Kematian Adalah Pemutus Dari Segala Kenikmatan
Kematian Adalah Pemutus Dari Segala Kenikmatan

Kematian Adalah Pemutus Dari Segala Kenikmatan

MutiaraPublic.com – Saudaraku yang berbahagia, Setiap insan yang hidup di dunia ini pada hakikatnya adalah sedang menjauhi alam dunia kemudian menuju alam akhirat nanti. Sungguh kedua alam ini akan dipisahkan melalui kematian. Dan, insan/ manusia tersebut merupakan kumpulan dari hari-kehari. Dan setiap hari pasti akan berlalu, maka terkelupaslah juga hari itu dari kita (manusia), serta tidak mungkin hari itu menempel lagi (datang lagi). Sehingga hari itu pun tidak lagi tersisa dari kita sampai pada batas akhir usia, yakni kematian manusia.

Saudaraku yang berbahagia, Kematian itu adalah pemutus dari segala kenikmatan serta pemisah diri dari segala kebahagiaan. Dengan kekayaan yang melimpah-luah yang dimiliki oleh kita, maka secara otomatis kekayaan itu otomatis akan kita jauhi pula. Begitu juga mereka yakni orang yang mencintai dan yang dicintai kita, otomatis akan kita tinggalkan juga. Sebab, karena kematian ini seorang anak bisa menjadi yatim-piatu, dan sebab dengan kematian ini seorang istri otomatis akan menjadi janda, begitu juga halnya dengan seorang suami, maka suami tersebut akan menjadi duda.

Saudaraku yang berbahagia, Demi mendapatkan balasan atas segala usaha-usaha kita pada saat sekarang ini (di dunia ini), maka kita sebagai keturunan Adam ini haruslah terlebih dahulu melewati pintu “sakaratul maut”, pintu kematian. Selain itu juga, Allah SWT telah menciptakan kehidupan serta menciptakan kematian, Allah SWT menciptakan keduanya tersebut (kehidupan dan kematian) semata-mata sebagai sarana dalam menguji dan mengetahui siapa saja di antara kita yakni hamba-hambaNya yang paling baik amal ibadahnya.

{“ (Dialah Allah SWT) Yang (telah) menjadikan mati dan hidup, agar Dia (Allah SWT) menguji engkau, siapa di antara engkau yang lebih baik amalnya. Serta, Dia (Allah SWT) Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “} (Q.S. : Al-Mulk [67]: 2).

Sungguh tidak seorang pun diantara kita yang mengetahui dimana serta kapan kematian itu akan menjemput. Dan sesungguhnya hanya Allah SWT lah Yang betul-betul Maha Mengetahui segalanya. Oleh Sebab itu, kita sebagai seorang hamba telah diperintahkan oleh Allah SWT agar selalu menjaga diri dari adzab Allah SWT dengan melalui sebenar-benarnya TaQwa :

{“ Hai (engkau) orang-orang yang beriman, bertakwalah (engkau) kepada Allah SWT sebenar-benar takwa kepada-Nya; serta janganlah sekali-kali engkau mati melainkan (engkau mati) dalam keadaan beragama Islam “} (Q.S.: Ali-Imran [3]: 102).

Saudaraku, Waspadalah! Jangan sampai kita didatangi oleh kematian dimana kita sedang durhaka kepada Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW yang menegaskan :

{“ Bertaqwalah engkau kepada Allah SWT di mana saja engkau berada ”} (H.R.: At-Tirmidzi).

Saudaraku yang berbahagia, hindarilah bermegah-megahan, karena hal ini bisa melupakan diri kita dari mengingat kematian serta bermegah-megahan ini akan melalaikan dan menjauhkan kita dari taubat kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT :

{“ Bermegah-megahan telah (mampu) melalaikan engkau, hingga engkau masuk kedalam kubur “} (QS at Takaatsur [102]: 1-2).

Namun, bagi kita yang termasuk golongan beriman dan cerdas, maka kematian ini merupakan sebuah keharusan. Sebagaimana kita telah mempersiapkan diri dengan berbekal Taqwa dalam menyongsong kehidupan mendatang yakni kehidupan setelah kematian. Baginda Rasulullah SAW bersabda :

{“ Orang yang cerdas yaitu orang yang (mampu) mengendalikan nafsunya dan (senang) beramal untuk hari setelah kematian “}  (Al-Hadits).

Di sisi lain kematian ini merupakan tiket dalam mendapatkan kebahagiaan di akhirat yang jauh lebih baik dari berbagai tipu daya dunia serta gemerlap dunia, Allah SWT berfirman :

{“ Padahal kehidupan akhirat tersebut lebih baik serta lebih kekal “} (Q.S.: Al-A’la [87] : 17).

Saudaraku, Sekarang ini masih belum terlambat bagi kita untuk me-nyongsong dan mempersiapkan diri dari kematian, yakni dengan cara mempertajam kesholehan kita, baik itu sholeh secara pribadi maupun sholeh sosial.

Wallahu a’lam !

 

 

 

Oleh : Ahmad Soleh
Editor : M. Ivan J.
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.