Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Keistimewaan Istighfar
Tausiyah Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Keistimewaan Istighfar

Ustadz Muhammad Arifin Ilham: Keistimewaan Istighfar

MutiaraPublic.com – Istighfar merupakan sebuah kalimat yang sangat pendek, Akan tetapi memiliki makna yang sangat besar, dahsyat, indah, dan agung dalam hidup di dunia dan juga di akhirat. Keistimewaan Istighfar atau Kalimat Istighfar ini memiliki dua makna, yakni sebagai berikut.

Yang pertama, satara yang mempunyai maksud ghafaro. Setiap kali kita mengucapkan astaghfirullahaladzim, berarti kita meminta ampun kepada Allah, agar dimaafkan kesalahn kita dan ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita ber-istighfar, maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan dan segala macam aib.

Karena itu, Allah sangat mencintai hambaNya yang selalu beristighfar. Allah Berfirman : “Sesungguhnya Allah sangat menyukai hambanya yang selalu bertaubat atau beristighfar.” (Al-Baqaroh [2] : 222)

Sebagai manusia biasa, kita tidak pernah luput dari dosa, dengan kita melanggengkan istighfar maka dosa-dosa yang ada dalam diri kita akan dibersihkan oleh Allah S.W.T.. Istighfar merupakan suatu kewajiban dan kebutuhan kita semua, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita, dan menutupi aib-aib kita.

Yang Kedua, aslahaSetiap kita mengucapkan astaghfirullah, berarti kita meminta kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah (khusyuk), dan menjadikan akhlak kita mulia.

Subhanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu, tidak heran jika hamba Allah yang sungguh-sungguh beristighfar, kehidupannya semakin berkah, membawa kebaikan dan perbaikan, bahagia, tenang, senang, dan menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melazimkan dan mendawamkan dirinya beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih, dan Allah beri rizki dari jalan yang tak pernah ia duga.” (H.R Abu Daud)

Kemudian dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“Maka aku katakan kepada mereka; Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan menurunka hujan kepadamu denngan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula (di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh [71]:10-12)

Allahu akbar. Istighfar bukan saja kewajiban tetapi juga kebutuhan kita. Karena itu Rasulullah SAW tidak bangun dari tempat duduk beliau kecuali beristighfar kepada Allah 70 kali. Padahal, beliau maksum orang yang sudah dijamin masuk surga, bebas dari dosa Tetapi beliau sangat rajin beristighfar kepada Allah. Seharusnya, kita yang banyak dosa mengambil contoh ketauladanan beliau. Astaghfirullahhalazhim; ampunilah dosa kami ya Allah.

Sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadist:

Abu Bakar berkata bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda “Sungguh akan teguh hati seseorang yang beristighfar meskipun dilakukan dalam sehari sebanyak 70 kali”.

Dalam sebuah hadits lain diceritakan bahkan sampai 100 kali :

Ibnu Umar berkata, “Aku duduk bersama Rasulullah S.A.W. dan aku mendengarnya beristighfar sebanyak 100 kali. Kemudian beliau mengucapkan: Ya… Allah…, Ampunilah aku, kasihinilah Aku, dan bukakanlah pintu Taubat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Taubat dan Maha Penyayang atau Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Taubat lagi Pengampun.”

 

Semoga Kita Digolongkan hamba yang Pandai-pandai Bertaubat… Aamiiiin !

 

 

 

Tausiyah : Ustadz Muhammad Arifin Ilham
Oleh :  Ning Silviana Sholeha
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.