Bersyukur Kepada Allah SWT
Bersyukur Kepada Allah SWT

Kajian Islami : Bersyukur Kepada Allah SWT

MutiaraPublic.com – Saudaraku, Pernahkah kita merenung, meratapi diri sejenak, dan bahkan kita menghitung berapa besar sih nikmat Allah SWT yang telah diberikan/ dianugerahkan kepada kita ?. Sudahkah hari ini atau saat ini kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-nikmatNya tersebut ?

Bersyukur dalam Islam adalah salah satu keniscayaan bagi setiap insan kepada Allah SWT. Bahkan Baginda Rasulullah SAW yang jelas-jelas oleh Allah SWT sudah dijamin masuk surga, serta seluruh dosanya beliau diampuni oleh Allah SWT, Beliau pun masih saja menyempatkan dirinya untuk bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Baginda Rasulullah SAW dikenal sebagai ‘Abdan Syakûra (hamba Allah SWT yang pandai bersyukur). Setiap langkah Rasulullah SAW dan setiap tindakan beliau tersebut merupakan perwujudan rasa syukur kehadirat Allah SWT.

Pada suatu ketika, Sayyidah Aisyah ra. pernah bertanya tentang kebiasaan Rasulullah SAW yang mana beliau tersebut selalu melakukan sholat malam, sehingga menyebabkan tumit Rasulullah SAW memar dan berdarah.

Sayyidah Aisyah ra. bertanya : {” Wahai Rasulullah, kenapa engkau masih Sholat ? Bukankah Allah SWT telah mengampuni Dosa engkau Rasulullah, baik itu dosa yang sudah lewat atau dosa yang akan datang “}

Kemudian Rasulullah SAW menjawab : {” Apakah diriku tidak senang jika diriku dikatakan hamba yang bersyukur ? “}.

Saudaraku, bersyukur adalah salah satu jalan yang harus atau wajib ditempuh oleh kita yang ingin sampai ke hadirat Allah SWT, sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Imam Al-Ghazali dalam sebuah kitabnya (Ihya` Ulûmiddin). Sebagian ulama’ besar salaf mengatakan bahwa : “Nikmat itu gesit, maka ikatlah dengan (cara) bersyukur”. Bahkan tidak itu saja di dalam Q.S.: Ibrahim [14] : 7, Allah SWT menganjurkan bagi seluruh hamba-Nya untuk bersyukur, sehingga dengan itu kita dapat menambah nikmat yang telah kita dapatkan dari Allah SWT.

Mengenai Cara Bersyukur.

Saudaraku, Ketika kita sedang menerima pemberian dari Allah SWT kita pun memuji-mujiNya, Akan tetapi ini pun sama-sekali masih belum mewakili rasa syukur kita kepada Allah SWT. Artinya pujian yang sangat indah saja masih belum cukup untuk bisa dikatakan “Syukur“”. Kita baru dikatakan bersyukur itu apabila kita juga mewujudkan syukur tersebut dalam bentuk Amal Shaleh yang diridhoi oleh Allah SWT.

Seorang tokoh sufi yakni Al-Junaid, pernah ditanyakan perihal makna atau hakikat dari syukur tersebut. Beliau menjawab : “Janganlah sampai kalian menggunakan nikmat karunia Allah SWT itu untuk bermaksiat kepada-Nya”. Sama halnya juga dengan komentar dari Imam Junaid, beliau berkata bahwa : “Syukur itu adalah memanfaatkan segala anugerah dari Allah SWT untuk taat (patuh) kepada-Nya”

Imam Al-Ghazali merumuskan 3 faktor yang harus/ wajib terdapat dalam konteks Syukur yang sungguh-sungguh tersebut, yakni syukur dengan hatinya dalam bentuk kesaksian dan kecintaannya kepada Allah SWT, syukur dengan lisannya dalam bentuk pengakuan serta puji-pujian kepada Allah SWT, serta sykur dengan seluruh anggota tubuhnya dalam bentuk amal shaleh perbuatannya.

Yang Pertama, yakni syukur dengan hati : Dengan menyadari sepenuhnya bahwasanya segala nikmat yang kita peroleh ini semata-mata adalah karena anugerah dari Allah SWT. Dan di samping itu juga, kita harus selalu menggunakan anugerah nikmat ini dengan tujuan untuk kebaikan.

Yang Kedua, yakni syukur dengan lidah atau ucapan : Dengan mengakui bahwasanya setiap anugerah-anugerah yang telah kita dapatkan ini berasal adalah dari Allah SWT. Dan cara bersyukur dengan lidah ini juga harus dilaksanakan/ dilakukan dengan cara yakni dengan memperbanyak “hamdalah” (pujian kepada Allah SWT), sebagai Dzat yang sudah dan selalu memberikan nikmatNya kepada kita. seperti halnya mengucapkan “Alhamdulillah…” (segala puji bagi Allah SWT).

{” Barangsiapa (diantara kalian yang) mengucapkan SubhanAllah.., maka baginya (mendapatkan) 10 kebaikan. Dan Barangsiapa (diantara kalian yang) membaca La-ilaha-illal-Lah.., maka baginya (mendapatkan) 20 kebaikan. Dan, barangsiapa (diantara kalian yang) membaca Alhamdulil-Lah.., maka baginya (mendapatkan) 30 kebaikan “}

Yang Ketiga, yakni syukur dengan perbuatan : Bisa kita lakukan/ dilaksanakan oleh anggota tubuh, yakni dengan cara memanfaatkan anugerah yang kita peroleh ini sesuai dengan tujuan penganugerahannya tersebut(dengan beribadah hanya kepada Allah SWT).

Terdapat 7 anggota tubuh (Menurut Imam Al-Ghazali), yang harus kita maksimalkan untuk bersyukur kepada Allah SWT, yaitu : mata, lidah, telinga, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota tubuh ini diciptakan oleh Allah SWT sebagai nikmat bagi kita.

Misal contohnya : bersyukur atas nikmat lidah (dalam perbuatan) yakni dengan mengeluarkan kata-kata yang bijak dan baik, dengan memperbanyak Dzikir, serta mengutarakan nikmat yang kita rasakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya :

{” Dan terhadap nikmat Tuhanmu (Allah SWT), Hendaklah engkau menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur) “} (Q.S.: Adh-Dhuhaa [93] : 11).

Mengapa Kita Enggan Bersyukur ?

Saudaraku, terdapat 2 alasan mengapa kita itu enggan bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan yakni ; Bodoh dan Lupa. Sedangkan untuk penyebab kita yang sering lupa atau lalai tersebut dalam bersyukur adalah karena biasanya kita menganggap bahwasanya nikmat yang kita miliki ini juga dimiliki oleh orang lain, misalnya seperti : “mata yang bisa melihat”. Artinya Orang yang bisa melihat sering kali lupa bahwasanya melihat ini merupakan anugerah yang sangat besar yang harus disyukuri oleh kita. Biasanya kebanyakan dari kita ini akan bersyukur jikalau kedua mata kita sudah tidak bisa melihat lagi. Astaghfirullah.. !

Untuk mengatasi permasalahn ini kita bisa menirukan atau mencoba apa yang telah diteladani oleh sebagian golongan sufi tersebut, yakni dengan cara sering-seringlah kita berkunjung ke-rumah sakit dan juga berkunjung ke-kuburan (dengan cara menghayati dan mengkajinya). Maka dengan begitu, otomatis kita ini akan mengobarkan semangat lagi agar bisa selalu bersyukur kepada Allah SWT, sehingga kita pun sadar diri bahwasanya mata, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh ini, yang mana telah diberikan oleh Allah SWT adalah merupakan Anugerah yang sangat besar dan nilainya sangat tinggi sekali, dan inilah yang “wajib” kita syukuri.

{” Apabila engkau bersyukur maka pasti akan Ku-tambah (nikmat-Ku), Kalau engkau kufur maka sesungguhnya siksa-Ku (itu) amat pedih “} (Q.S.: Ibrahim [14]: 7).

Semoga kita semua menjadi golongan hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin !

 

 

Oleh : Ika Aminatuz Zuhro
Redaktur : Nur Laely


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.