Kajian Islam, Taatlah Pada Suamimu !
Kajian Islam, Taatlah Pada Suamimu !

Kajian Islam, Taatlah Pada Suamimu !

MutiaraPublic.com – Suatu ketika, ada seorang pria datang menghampiri baginda Rasulullah SAW. secara tiba-tiba, nama pria tersebut adalah Muadz, kemudian ia menghampiri kaki baginda Rasulullah SAW., dan ia bersujud di hadapannya (Rasulullah SAW.).

Maka, Rasulullah SAW. pun menegur pria itu. {” Apa yang kamu lakukan ini, wahai Muadz ? “} dia (Muadz) kemudian menjawab, {” Aku mendatangi Syam (negera suriah), aku dapati mereka (rakyat/ penduduk) lagi sujud pada uskup mereka. (oleh karena itu) Maka aku berkeinginan dalam hatiku ini, untuk melakukannya kepadamu, wahai baginda Rasulullah “}

Baginda Rasulullah SAW. pun melarang si Muadz. {” Janganlah engkau lakukan hal tersebut, karena sungguh andai saja aku boleh memerintahkan seseorang agar sujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan istri agar sujud kepada sang suaminya. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan Allah SWT., seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya (hak tuhannya) sampai dia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya itu meminta dirinya dalam keadaan dia berada di atas hewan tunggangan (pelana), maka dia tidak boleh menolaknya “}

Hadist di atas tersebut diriwayatkan oleh shahih Ibnu Hibban dari Abdullah Ibnu Abi Auf RA dan shahih Ibnu Majah yang menggambarkan bahwa betapa seorang istri itu wajib (harus) taat kepada suaminya. ajaran Islam meninggikan suatu kedudukan seorang suami yakni sebagai imam sehingga istri tersebut harus patuh pada perintahnya.

Ketaatan dan kesetiaan seorang istri kepada suami, adalah merupakan bagian yang terpenting yang harus selayaknya diperhatikan oleh seorang istri. Serta Ketaatan kepada suami inilah yang menunujukkan keshalehan dari seorang istri. Hal ini juga dapat kita pahami betul berdasarkan atas firman Allah SWT. yang telah termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an pada surah An-Nisa (4) ayat 34. yang berbunyi sbb ;

{” Kaum laki-laki itu merupakan pemimpin bagi kaum perempuan, sebab Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (yakni laki-laki) atas sebagian yang lain (yakni wanita), serta karena mereka (laki-laki) sudah menafkahkan sebagian dari harta mereka. karena itu, maka wanita yang shaleh yaitu yang taat kepada Allah SWT. lagi memelihara (menjaga) diri, ketika sang suami tidak ada, oleh karena Allah SWT. telah memelihara (mereka) “}

{” perempuan-perempuan yang engkau khawatirkan nusyuznya (pelanggaran komitmen bersama atas apa yang telah menjadi kewajiban dalam berumahtangga) maka nasehatkanlah serta pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, kemudian pukulah mereka. Lalu selanjutnya, jika mereka (masih) menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah SWT. itu Maha Tinggi lagi Maha Besar “}

Ketika seorang istri patuh dan taat kepada sang suami, maka akan menjadi sebab bagi istri tersebut untuk mendapatkan syurga. Akan tetapi sebaliknya, pembangkangan seorang istri kepada suaminya niscaya akan berakibat fatal yang tentu akan mendapatkan laknatullah (Laknat Allah SWT.) serta di akhirat akan masuk neraka.

Dalam shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah ra., ia berkata, bahwa baginda Rasulullah SAW. pernah bersabda {” Apabila seorang perempuan mengerjakan shalat lima waktunya, menjalankan puasanya pada bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya, serta menaati si suaminya, maka insyaallah dia akan masuk syurga dari pintu mana pun yang dia inginkan “}

Dengan demikian, dapat pula dikatakan, bahwa bila syurganya seorang anak tersebut terletak pada telapak kaki ibunya, maka surganya sang istri itu terletak di telapak kaki (keridaan) sang suami. sebagai mana Ummu Salamah ra. yang berkata, Bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda : {” Wanita (sang istri) mana saja yang telah meninggal dalam keadaan rido (dari) suaminya, niscaya ia akan masuk surga “} (HR. Tirmidzi)

Seorang istri yang ingin dimasukkan ke dalam syurga Allah SWT., maka hendaknya istri tersebut selalu taat kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW.  dan juga mencari keridha’an terhadap suaminya yakni dengan cara taat serta patuh terhapa suaminya tersebut. Ketaatan (dalam artian) sepanjang suaminya itu tidak serta merta mengajak dan memerintahkan kepada segala bentuk kemungkaran. sebagai mana Rasulullah SAW bersabda : {” Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam (hal) bermaksiat kepada Sang Khalik (Allah SWT) “}.

Wallahu’alam Bi Sawab!

 

 

Oleh: Mochammad Hisyam
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Suatu ketika, ada seorang pria datang menghampiri baginda Rasulullah SAW. secara tiba-tiba, nama pria tersebut adalah Muadz, kemudian ia menghampiri kaki baginda Rasulullah SAW., dan ia bersujud di hadapannya (Rasulullah SAW.). Maka, Rasulullah SAW. pun menegur pria itu. {” Apa yang kamu lakukan ini, wahai Muadz ? “} dia (Muadz) kemudian menjawab, {” …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.