Jika Amalan Kecil Dilakukan Secara Terus-Menerus
Jika Amalan Kecil Dilakukan Secara Terus-Menerus

Jika Amalan Kecil Dilakukan Secara Terus-Menerus

MutiaraPublic.com – Diriwayatkan oleh Siti Aisyah, Rasulullah SAW masuk ke tempatnya kemudian di sisi rasulullah ada seorang wanita dari kaum Bani Asad. kemudian, Nabi Muhammad SAW bertanya pada Aisyah, “Siapakah ini?“ Aisyah pun menjawab pertanyaan Rasulullah SAW, “Si Fulanah (dia tidak pernah tidur malam),” ia bercerita mengenai shalatnya

Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Lakukanlah (amalan) yang sesuai menurut kemampuanmu. Demi Allah, Dia tidak merasa bosan sehingga diantara kamu sendiri yang bosan. Amalan agama yang paling dicintai Allah SWT adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara terus-menerus.’’ (HR Bukhari).

Dalam hadis di atas tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan bahwasanya amalan yang paling baik dan disukai dan dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara terus menerus. Bukan amalan besar atau kecil. Amalan kecilpun bila dikerjakan terus-menerus akan lebih baik ketimbang amalan besar akan tetapi dilakukan hanya sekali saja.

Jika amalan kecil dilakukan secara terus-menerus maka dalam pandangan sang pencipta Allah SWT akan menjadi besar (amalannya bertambah besar). Sebaliknya pula jika kita  berbuat dosa kecil namun akan tetapi dilakukan secara terus-menerus, maka lambat laun tentunya akan menjadi besar juga sehingga menumpuk dengan berlimpah-limpahlah dosa kita. Naudzubillah…

Rasulullah SAW pernah bersabda, ’’Tidak ada dosa kecil jika dilakukan secara terus-menerus.” maksud dari sabda ini adalah dosa kecil yang dilakukan terus-menerus sejatinya akan menjadi dosa yang besar. Oleh karena itu, mengerjakan serta mengamalkan shalat Dhuha 2 rakaat setiap pagi, lebih baik ketimbang 12 rakaat namun hanya sekali.

Dalam beribadah dengan jalan Allah SWT, Rasulullah SAW pun mengajarkan kepada ummat islam agar melakukannya sekuat tenaga dan hal yang paling penting semampu kita.

Dalam hal tersebut Allah SWT berfirman dalam kitab suci alqur’an (QS Al-Baqarah:286). “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.’’

Dan Rasulullah SAW juga bersabda, ’’Kerjakan amal perbuatan sekuat dan sesuai kemampuanmu, Allah tidak bosan menerima dan memberi melainkan hingga kamu sendiri yang bosan beramal, dan shalat yang disukai adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.’’ (HR Bukhari-Muslim).

Saudaraku, untuk menjalankan suatu amalan itu  haruslah didasari dengan kesabaran hati dan keyakinan diri. Tentunya tanpa hal tersebut, sangatlah sulit untuk membiasakan amalan (ibadah) dilakukan terus-menerus. Karena pada dasarnya kesabaran serta keyakinan bisa melahirkan semangat yang tinggi, sehingga kita dalam keadaan apapun tentunya akan selalu beribadah.

Wallahua’lam.!

 

Reporter : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Diriwayatkan oleh Siti Aisyah, Rasulullah SAW masuk ke tempatnya kemudian di sisi rasulullah ada seorang wanita dari kaum Bani Asad. kemudian, Nabi Muhammad SAW bertanya pada Aisyah, “Siapakah ini?“ Aisyah pun menjawab pertanyaan Rasulullah SAW, “Si Fulanah (dia tidak pernah tidur malam),” ia bercerita mengenai shalatnya Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Lakukanlah (amalan) yang sesuai menurut kemampuanmu. Demi Allah, …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.