Islam Itu Tanpa Paksaan
Islam Itu Tanpa Paksaan

Islam Itu Tanpa Paksaan

MutiaraPublic.com – Dalam sebuah kajian dari tafsir ibnu Katsir yang mana secara tidak sengaja saya mengikutinya, kemudaian dibahas lah sebuah ayat dari surah Al-Baqoroh : 256,. Yang mana bunyi dari terjemahnya seperti berikut ini :

{” Tidak ada (suatu) paksaan untuk (masuk ke) agama (Islam), sesungguhnya telah (sangat) jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itulah barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (iblis) dan (ia) beriman kepada Allah SWT., maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali (ikatan tali) yang amat kuat yang tentu tidak akan putus. serta Allah Maha Mendengar (dan) lagi Maha Mengetahui “}

Ayat diatas tersebut telah menunjukkan bagaiman sifat agama Islam yang sungguh sangat terbuka. Tidak boleh kita memaksa golongan non-muslim agar memeluk agama Islam. Islam itu disebarkan bukan dengan cara paksaan, akan tetapi dengan cara dimana kita menunjukkan suatu keindahan perihal hukum Islam serta akhlak bagi kita sebagai pemeluknya.

Sesungguhnya agama Islam itu bersifat menarik manusia supaya tertarik untuk memeluknya, bukan malah mendorong manusia untuk memeluknya. Hal itu juga sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW., sehingga menjadikan agama Islam ini menyebar begitu cepatnya, hanya dari seorang manusia biasa yang bernama Muhammad SAW., melalui keindahan sifat dan akhlaknya, yang bisa membuat banyak orang tertarik untuk mengenal ajaran agama islam serta memeluknya.

Lantas, mengapa dulu harus perang ?

Ya, pada zaman Rasulullah SAW. serta para sahabatnya dulu, perang seringkali diperlukan agar menyebarkan ajaran Islam, bukan memaksakan orang untuk masuk islam. Islam merupakan rahmatan lil alamin (rahmat bagi semua alam) Jika diibaratkan air, maka agama Islam harus bisa “mengairi” seluruh alam ini. Akan tetapi, jika aliran air ini terbendung oleh sebuah hambatan sehingga air ini tidak bisa mengalir ke tempat tersebut. Jika aliran air ini terbendung, maka sewajarnya terlebih dahulu yang harus dilakukan yaitu menyingkirkan bendungan tersebut. Itulah yang sebenarnya terjadi di Persia, Romawi, serta daerah-daerah lain yang pemerintahannya tidak mengizinkan ajaran Islam berjalan dan masuk ke dalam pemerintahan tersebut. Rasulullah SAW. serta kaum muslimin pada waktu itu harus berperang untuk meruntuhkan bendungan yang telah menghalangi ajaran agama Islam agar supaya dikenal oleh penghuni negeri-negeri tersebut.

Lantas kemudian, setelah perang dimenangkan oleh kaum muslimin, Apakah semua masyarakat (penduduk) Harus (Wajib) memeluk agama Islam tersebut? Justru malah sebaliknya. Penduduk dari negeri tersebut, diberi suatu kebebasan yang sebebas-bebasnya supaya memeluk agamanya dan kepercayaannya masing-masing (diberi kebebasan bagi seluruh masyarakat di negara tersebut, untuk memeluk Islam atau tetap pada keyakinan agama yang dulu). Yang terpenting adalah mereka (penduduk) sudah dapat mengenal ajaran agama Islam dan seindah apakah perilaku bagi pemeluk Islam tersebut.

Yang terjadi pada saat ini sungguh sangat berbalik 180 derajat. Bagaimana mungkin (bisa) non-muslim akan tertarik memeluk agama Islam, jika muslimnya tersebut begitu keras tabiatnya, yang mengecam sana-sini, berteriak lantang dan keras ketika menyampaikan aspirasinya, serta menyampaikan dakwah dengan sikap anarki ?. Apakah di daerah tersebut ajaran mengenai Islam memang tidak dapat masuk,?? sehingga mereka (para penduduk didaerah tersebut) harus dihadapi dengan konfrontasi?

Jika kita mau mengkaji sejenak, Kenapa Rasulullah SAW. itu diutus ??? Tidak lain hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia. Garis besarnya yaitu menyempurnakan “akhlak”, perilaku dan tingkah laku.

Bukan berarti kita harus diam saja ketika agama Islam direndahkan atau dihina. Tapi dengan menunjukkan sikap emosional justru akan membuat dunia memandang bahwa agama Islam semakin rendah. Justru apa yang sangat diharapkan oleh mereka (yang membenci Islam) akan terpenuhi. Lantas apakah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. ketika beliau diludahi berkali-kali oleh seorang nenek tua, yang setiap kali beliau lewat di depan rumahnya ? Apakah beluai Marah? Apakah beliau merasa dilecehkan ??? Justru beliau (Rasulullah SAW.) membalas si nenek tersebut dengan menunjukkan budi pekerti yang sangat baik, sangat bijak, serta merawatnya ketika nenek tersebut sedang sakit.

Ketika Rasulullah SAW. dilempari kotoran oleh kaum kafir, Lantas Apakah beliau memerintahkan para sahabatnya untuk membalas kaum kafir tersebut ? Bahkan para sahabatnya sudah menawarkan pembalasan kepada Rasulullah. Akan tetapi, apa yang dilakukan oleh Rasulullah? Yaitu beliau justru malah meminta ampunan kepada Allah atas mereka (kaum kafir) tersebut dan beliau berkata ;{” Sesungguhnya mereka itu hanya lah orang-orang yang tidak paham (mengerti) “}

Sifat yang sangat indah ini, dapat meluluhkan banyak hati orang quraisy pada waktu itu, bukan sifat emosional dan penuh dendam, yang justru malah terjadi dewasa ini.

 

 

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Reporter : Sa’Dullah
Redaktur Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Dalam sebuah kajian dari tafsir ibnu Katsir yang mana secara tidak sengaja saya mengikutinya, kemudaian dibahas lah sebuah ayat dari surah Al-Baqoroh : 256,. Yang mana bunyi dari terjemahnya seperti berikut ini : {” Tidak ada (suatu) paksaan untuk (masuk ke) agama (Islam), sesungguhnya telah (sangat) jelas jalan yang benar dari pada jalan …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.