Tanda Orang Sholeh
Tanda Orang Sholeh

Inilah Tanda Orang Sholeh

 

Syaqiq Ibnu Ibrahim ditanya, “Bagaimana dapat mengetahui sayakah orang sholeh tersebut. Apakah dikarenakan orang-orang berkata, ‘Saya orang sholeh ?’ “

Syaqiq Ibnu Ibrahim menjawab, “tunjukan rahasiamu pada orang sholeh bila mereka ridha kamu termasuk golongan mereka.” Tawarkan dunia pada nuranimu. Jika kau menolaknya, itulah salah satu tanda.

Hadapkanlah maut pada dirimu. Apabila kau berani menerima, maka kaulah orang sholeh itu.

Bila ketiganya ada pada dirimu mintalah pada Tuhan selalu jauhkanlah riya’ dari amalmu supaya tak dirusak dan lebur jadi debu.”

 

MutiaraPublic.com – Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, Orang yang sholeh tersebut bukanlah orang yang hanya sekedar dikatakann shaleh oleh orang lain. Apalagi belum tentu seseorang yang bernama shaleh. Kesalehannya  seseorang adalah disamping terlihat dari amal perbuatannya, juga harus dapat memenuhi kriteria yang diajukan sebagaimana oleh Syaqiq Ibnu Ibrahim di bawah ini.

Apabila di antara mereka/ orang yang sholeh, kita beberkan rahasia hidup yang selama ini  kita jalani, apa-pun  bentuknya, apabila mereka ridha maka kita termasuk di antara golongan mereka. Ini artinya perbuatan kita sama halnya atau tidak jauh berbeda dengan prilaku mereka.

Apabila terdapat kemaksiatan yang masih kita lakukan, sementara mereka tersebut tidak pernah melakukannya, jelas mereka tidak akan ridha. Mereka akan menyingkirkan kita dari komunitasnya. Misalnya pada suatu jamaah dzikir kita bercerita kepada jamaah dzikir tersebut perihal hal buruk kita, yakni bahwasanya kalau tiap malam kita sering pergi ke nite club. Pastinya jammah dzikir tersebut  akan berusaha mengambil jarak dengan kita. Akan tetapi apabila kita menceritakan kebiasaan baik, kita melakukan puasa Senin Kamis atau kita mengelola TPA (Taman Pengajian Al-Qura’an) dan lain sebagainya sebagainya, maka kita akan dianggap kelompoknya.

Apabil datang kepada kita seseorang untuk menawarkan sesuatu pekerjaan, dengan fasilitas dan gaji yang jauh lebih baik, tapi pekerjaannya amat menyita waktu dan berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya subhat. Apakah kita akan menerima pekerjaan tersebut? Sedangkan pada saat ini kita bekerja di sebuah perusahaan di mana gaji dan tunjangannya tersebut sebetulnya sudah sangat cukup. Lalu kita masih punya waktu untuk ketemu dengan anak dan istri. Juga masih ada waktu luang untuk dakwah di perusahaan saat ini karena ada Kerohanian Islam (Rohis)-nya.

Memang tawaran yang sangat duniawi tersebut memang sangatlah mengiurkan. Akan tetapi orang yang sholeh akan mempertimbangkan apakah pekerjaan yang baru tersebut lebih mendekatkan atau justru menjauhkan dirinya (sebagai seorang hamba) dari ALLAH S.W.T. Sudah jelas apabila tawarannya seperti di atas, maka otomatis nurani orang yang sholeh tersebut akan mengatakan ‘”Tidak, Terima kasih.”

Ciri orang yang sholeh adalah mereka tidak takut akan mati. Sebab mati bagi orang yang sholeh adalah gerbang yang harus ia lalui untuk berjumpa dengan Sang kekasih sejati yakni Allah SWT.

Seperti misal, Bagaimana mungkin kita bertemu dengan seorang gadis di dalam rumah tanpa kita mengetuk pintu, masuk, dan menemuinya. Kadang kala, karena badan kita masih kotor dengan baju belepotan lumpur kita belum siap menemui seorang gadis pujaan tersebut kita membersihkan diri terlebih dulu agar pertemuan berlangsung demikian indah. Seperti Itulah halnya orang yang Sholeh. Ia akan mempersiapakan kesucian hatinya sehingga, Ia tidak saja tidak takut akan mati, tapi justru siap Ia menyongsong kematian untuk berjumpa dengan yang Mahaindah.

Satu lagi syarat yang sebagaimana telah dikemukakan oleh Syaqiq Ibnu Ibrahim, yaitu janganlah Riya’. Apabila kita sudah berada dalam golongan/ komonitas orang yang Sholeh, kita sudah tidak tergiur dengan tawaran dunia yang menghambat dan menjauhkan kita dalam beribadah kepada Allah SWT, juga tidak takut mati, jangan hal tersebut dipamerkan kepada orang lain. Cukup itu tulus ikhlas semata-mata untuk mendapatkan ke-ridha’an dari Allah S.W.T semata.

Janganlah sampai hanya karena kita ingin dianggap sebagai orang yang Sholeh karena berkumpul dengan orang yang Sholeh, juga bukan karena kita menolak tawaran sehingga datanglah pujian, terlebih ingin dipuji bahwa kita siap mati. Untuk itulah saudaraku khususnya penggemar MutiaraPublic.com yang kami cintai, marilah mulai dari sekarang kita perbaiki diri ini dengan selalau menegakkan ibadah kita dan selalu berdoa kepada Allah S.W.T. agar kita beserta keluarga kita dijauhkan dari dari penyakit Riya’.

Semoga Allah SWT selalu menjadikan kita golongan Hamba yang Sholeh dan Selalu dalam keridha’an-Nya. Aamiin !

 

 

Oleh : Ning Silviana Sholeha
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.