Inilah Kisah Seorang Laki-laki Syahid, Masuk Neraka
Inilah Kisah Seorang Laki-laki Syahid, Masuk Neraka (ilustrasi)

Inilah Kisah Seorang Laki-laki Syahid, Masuk Neraka

MutiaraPublic.com – Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

{” Sesungguhnya salah seorang (diantara kalian) yang pertama di hisab (kelak) di hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid (gugur dalam suatu peperangan), kemudian disebutkan baginya (laki-laki itu) seluruh berbagai kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan dia (laki-laki itu) membenarkannya. Kemudian Allah SWT bertanya kepada lelaki itu ; ‘Apa yang telah engkau kerjakan dengan nikmat itu ?’, lelaki itu pun menjawab, ‘Aku berperang untuk-Mu (Allah SWT) hingga aku (mati) syahid’; Allah SWT pun menjawab, ‘Engkau berdusta, (akan tetapi sesungguhnya) engkau berperang agar supaya orang-orang menyebutmu pemberani, dan (orang–orang itu) telah menyebutkan demikian, kemudian diperintahkanlah (malaikat) supaya dia diseret di atas wajahnya hingga sampai ke neraka dan dilemparkan kedalamnya (masuk neraka)’. Dan (selanjutnya adalah) seorang laki–laki yang mempelajari suatu ilmu keudian mengamalkannya dan dia (laki-laki itu) membaca (kitab suci) Al-Qur’an, kemudian dia didatangkan (ke hadapan Allah SWT), kemudian disebutkanlah tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada lelaki itu dan dia (laki-laki itu) membenarkannya. Kemudia Allah SWT berfirman ; ‘Apa yang engkau kerjakan dengan nikmat–nikmat itu ?’, laki-laki itu menjawab ; ‘Tidaklah aku meninggalkan suatu jalan yang aku cintai itu selain aku menginfakkan harta-hartaku untuk-Mu (dijalan Allah SWT)’; Allah SWT berfirman ; ‘(sungguh) Engkau berdusta, engkau melakukan itu semua supaya orang-orang menyebutmu dermawan, dan engkau telah disebutkan demikian’. Selanjutnya diperintahkanlah (malaikat) kepadanya, supaya dia (laki-laki itu) diseret di atas wajahnya, hingga sampai ke neraka serta dimasukkanlah ia kedalam neraka tersebut “} (HR. Muslim dan begitu juga at-Tirmidzi dan an-Nasai)

Kita bisa menyimpulkan dari kisah yang disebutkan dalam hadist  yang tertulis diatas bahwa ada pelajaran yang bisa kita ambil yaitu adalah niat, niat itu sangatlah penting, karena jika niatnya saja sudah salah maka kita juga akan salah, terlebih jika niat itu digunakan untuk ibadah. Kisah seorang laki-laki yang mengaku mati syahid karena Allah, namun pada kenyataannya ia hanya ingin dipuji sebagai orang pemberani oleh orang lain, maka yang didapatkan bukan surga melainkan diseret ke dalam neraka. Dalam hadist lainnya disebutkan bahwasannya Baginda Rasulullah SAW bersabda:

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : {” Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Segala amal itu tergantung (dari) niatnya, dan setiap orang itu hanya mendapatkan sesuai (dari) niatnya. Maka barangsiapa (diantara kalian) yang hijrahnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. (dan) Barangsiapa (diantara kalian) yang hijrahnya itu (semata-mata) Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka (sesungguhnya) hijrahnya tersbeut kepada apa yang ditujunya “} (HR. Bukhari [no.1] dan Muslim [no.1907])

Maka berhati-hatilah dengan sebuah niat jika kita hendak melakukan ibadah, niatkan hati kita beribadah semata-mata hanya karena Allah bukan untuk mengharapkan hal lain, oleh karena itu jika kita ingin ibadah kita diterima oleh Allah, maka luruskanlah niat tersebut.

 

 

 

Oleh : Hawada Afiyah
Editor : Didik Sugianto
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.