Hakikat Ilmu Dan Fiqih Serta Keutamaannya
Hakikat Ilmu Dan Fiqih Serta Keutamaannya

Hakikat Ilmu Dan Fiqih Serta Keutamaannya

MutiaraPublic – Hakikat Ilmu, Rasulullah S.A.W. bersabda: “Menurut ilmu adalah fardhu ain (kewajiban individu) bagi setiap muslim dan muslimat.”

  1. Kewajiban Belajar

Mengertiilah, sebenarnya merupakan setiap keharusan/ kewajiban, bagi setiap muslim bukanlah menuntut segala macam ilmu. Tetapi yang wajib darinya yaitu menuntut ilmu haal (ilmu yang menyangkut kewajiban sehari-hari sebagai muslim, seperti tauhid, akhlak, dan Fiqih) sebagai halnya dijelaskan dalam hadits: “ilmu yang paling utama adalah ilmu haal dan amal  yang paling utama adalah melindungi haal (hal-hal yang menjadi kewajiban sehari-hari seperti menghindari penyia-nyiaan harta dan kerusakan).”

Diwajibkan bagi setiap muslim mempelajari ilmu yang berhubungan dengan kewajiban sehari-harinya dalam kondisi apapun. Karena ia wajib menjalankan shalat, wajib baginya mempelajari ilmu yang dibutuhkan di dalam shalatya sesuai dengan batasan. Agar ia dapat menunaikan kewaiban itu secara sempurnna.

Demikian juga wajib baginya mempelajari ilmu yang mengantarkannya (ilmu yang menjadi persyarat) menunaikan segala sesuatu yang menjadi kewajibanya. Karena segala sesuatu yang menjadi persyarat bagi sesuatu yang wajib itu hukumnya menjadi wajib pula.

Wajib pula mempelajari ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, dan haji bila sudah wajib baginya, begitu pula ilmu mengenai jual beli bila ia berdagang. Syekh Muhuammad bin Hasan  ditanya: “Mengapa anda tidak mengarang ktab tetang zuhud?” ia menjawab: “Tidak, saya malah (justru) menciptakan (mengarang) kitab berkenaan dengan jual beli.” Karena baginya orang zuhud adalah seseoorang yang mampu menghindari hal-hal yang syuhbat (tidak terbukti status hukumnya) dan hal-hal yang makruh di dalam berdagang.

begitupula harus mendalami ilmu-ilmu tentang aturan-aturan yang behubungan dengan orang lain dan berbagai pekerjaan. Setiap orang yang terlibat pada salah satu dari soal-soal tersebut wajib mempelajari ilmu yang menghindarkannya dari kelakuan haram di dalamnya.

Setiap muslim juga harus (wajib) mendalami ilmu seperti hal-hal yang berhubungan dengan hati, seperti tawakal (pasrah kepada Allah s.w.t.) kembali kepada Allah s.w.t (inabah atau taubat), takut (kepada murka Allah) dan ridha (rela atas apa ditakdirkan oleh Allah atas dirinya). Semat-mata selalu diinginkan dalam kondisi apapun.

  1. Keutamaan Ilmu

Kutamaan ilmu sudah tidak dibimbangkan lagi utnuk siapapun, sebab ilmu menjadikan sesuatu yang khusus (ciri khas) manusia. Sebab segala hal di luar ilmu itu dimiliki oleh manusia dan segala macam binatang, seperti keberanian, ketegasan, kekuatan, kedermawanan, kasih sayang dan sebagainya.

Dengan ilmu pula Allah S.W.T. memberikan keunggulan kepada Nabi Adam a.s. Keutamaan ilmu hanya karena ia menjadi wasilah (pengantar) mendekati ketakwaan yang karena seseorang berhak mendapatkan kemuliaan di sisi Allah S.W.T. dan kebahagiaan yang kekal seperti Muhammad bin Hasan bin Abdillah menjelaskan dengan syair:

– Belajarlah ilmu fiqih, karena fiqih merupakan penuntun yang terbaik menuju kebaikan dan ketakwaan serta tujuan paling tepat..

– Jadikanlah dirimu sebagai orang yang selalu menambah ilmu setiap hari. Dan berenanglah di lautan makna.

  1. Ilmu Akhlak

Setiap muslim juga wajib mempelajari ilmu mengenai segala etika (akhlak), seperti kedermawanan, kikir, takut, keberanian, kesombongan, kerendahan hati, menjaga diri dari dosa, berlebih-lebihan adalah haram. Dan tidakmungkin menghindarinya, kecuali dengan mempelajari perilaku-perilaku tersebut dan memperlajari kebaikan-kebaikannya. Maka wajib bagi setiap orang untuk mengetahuinya. Sayid Imam Nasruddin Abdul Qasim telah menyusun sebuah kitab yang terbaik di bidang akhlak, maka setiap muslim wajib mengkajinya.

  1. Ilmu Wajib Dipelajari Secara Kifayah dan Ilmu yang Haram Dipelajari

Adapun mempelajari ilmu yang diperlukan pada saat-saat tertentu saja, bahwa hukumnya ialah fardhu kifayah. Bila di suatu daerah ada seseorang yang melakukannya, maka tanggung jawab itu runtuh buat yang lain. Namun apabila tidak seorangpun yang melakukannya, maka semua orang bersama-sama menanggung dosa. Adalah kewajiban bagi pemimpinnya menyuruh orang-orang untuk menegakkannya dan memaksa kepada penduduk setempat untuk menegakkannya

Adapun ilmu nujum (meramalkan sesuatu berdasarkan ilmu perbintangan atau astrologi) hukumnya haram, karena ilmu tersebut berbahaya dan tidak ada manfaatnya. Lari dari ketentuan dan takdir Allah S.W.T. jelas tidak mungkin. Maka seyogyanya setiap muslim senantiasa menyibukkan diri setiap saat dengan ingat Allah S.W.T., berdoa merendahkan diri, membaca Alqur’an dan bersedekah yang dapat menghindarkan dari mara bahaya dan mala petaka.

Lain halnya dengan mengkaji astronomi/astrologi hanya untuk melihat arah kiblat dan waktu shalat, maka tindakan itu di perbolehkan.

Adapun mempelajari ilmu kedokteran pada dasarnya jawaz (diperbolehkan), sebab ilmu ini merupakan salah satu sebab (sarana menuju sehat) sebagaimana sebab-sebab yang lain. Nabi s.a.w, pun pernah melakukan pengobatan, bahkan disinyalir dari statemen Imam Syafi’I, sesungguhnya ilmu itu ada dua, yaitu ilmu fiqih untuk keperluan pengalaman agama dan ilmu kedokteran untuk keperluan kesehatan badan, sedangkan ilmu-ilmu lainnya sebagai pelengkap saja.

  1. Defenisi Ilmu

Pengertian ilmu adalah suatu sifat yang dengannya bisa seperti jelas pengertian suatu hal yang disebut, sedang ilmu fiqih adalah pengetahuan tentang kelembutan-kelembutan ilmu (kedalaman ilmu). Abu Hanifah berpendapat: “Fiqih adalah pengetahuan jiwa seseorang mengenai apa yang bermanfaaat da berbahaya baginya” Katanya lagi: “Tidak ada ilmu kecuali dengan diamalkan, dan mengamalkannya adalah meninggalkan tujuan duniawi untuk tujuan ukhrawi.” Setiap orang sebaiknya tidak sampai melupakan dirinya dari hal-hal yang berfanfaat dan berbahaya baginya baik di dunia dan akhirat, sehingga ia dapat memetik hal-hal yang bermanfaat dan menghindari hal-hal yang berbahaya, agara akal dan ilmu tidak menjadi dalih dan menyebabkannya bertambah siksanya. Kita berlindung dari kepada Alllah dari murka dan siksa-Nya.

Banyak sekali firman Allah S.W.T. dan hadits Nabi s.a.w yang sahih dan masyhur yang mendapatkan keistimewaan dan keutamaan ilmu. Kami tidak menjabarkannya agar kitab ini tidak bertele-tele.

 

 

 

Oleh : Suparto
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.