Empat Hal Yang Bisa Menghapus Pahala Ibadah Kita
Empat Hal Yang Bisa Menghapus Pahala Ibadah Kita

Empat Hal Yang Bisa Menghapus Pahala Ibadah Kita

MutiaraPublic.com – Mengingat-ingat lagi diri ini dengan mencoba introspeksi dan selalu bertaubat kepada Allah SWT atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Dan kali ini penulis akan memberikan Perihal Empat hal yang bisa menghapus pahala ibadah kita. Empat hal yang akan mengkikis amal ibadah kita. Bukan hanya terhapusnya pahala puasa yang sudah kita lakukan ini, Namun pahala ibadah-ibadah lainnya (apa saja) akan terkikis dan terhapus oleh empat hal tersebut.

Bisa kita renungi dan bayangkan sejenak setelah lama kita menghimpun dan mengumpulkan pahala amal ibadah tersebut (sebanyak-banyaknya), Akan tetapi hati kita ini masih saja terjangkit virus empat hal ini, maka niscaya akan sia-sialah pahala amal ibadah kita.

Oleh karena itu Langsung saja mari kita kaji, renungi, dan resapi bersama-sama perihal Empat Hal yang bisa menghapus pahala ibadah kita, sebagaimana berikut ini :

Yang Pertama, Hasad

Hasad atau juga yang biasa disebut dengan “Dengki” yakni adalah : Tidak suka atas suatu nikmat yang diberi-kan oleh Allah kepada salah satu baik itu tetangga-nya, teman-nya, kerabat-nya, sahabat-nya, saudara-nya, keluarganya, dan bahkan ia berniat dan berusaha suatu saat nanti membuat mereka semuanya menjadi susah. Gampangan-nya, adalah orang dengki itu senang melihat orang yang susah dan sangat susah/ kecewa melihat orang yang lagi senang.

Penyakit ini biasanya sering menjangkit pada orang-orang yang berkecimpung dalam dunia perbisnis-an, dalam persaingan kerja misalnya, bahkan di kalangan para ustadz/ ustadzah pun hal ini berlaku. Sunguh orang yang dengki itu tidak bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan padanya. Dirinya tersebut selalu merasa bahwa orang lainlah yang masih lebih beruntung dari pada dia, dan dia merasa bahwa Allah SWT sudah tidak adil terhadapnya. Sungguh Hasad ini mampu menghapus seluruh amal ibadah kita.

Sebagaimana Dalam Alqur’an Surat An-Nisa’ [32] : {” Dan janganlah engkau iri hati terhadap apa yang dikarunia-kan Allah SWT kepada sebagian engkau lebih banyak dari sebagian yang lain. (sebab) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bagian dari apa yang (telah) mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah SWT sebagian dari karunia-Nya. Sesungguh-nya Allah SWT Maha mengetahui segala sesuatu “} (Q.S.: An-Nisa’ : [32]).

Sebagaimana Biginda Rasulullah SAW bersabda : {” Hasad (dapat) memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana halnya api yang memakan kayu bakar “}

Yang Kedua, Gadhab

Baginda Rasulullah SAW bersabda : {” Laa Taghdhob Wa Lakal Jannah “}, artinya : Janganlah engkau suka marah, maka bagimu surga.

Mungkin diantara kita sudah sangat Familiar sekali dengan hadits di-atas tersebut atau kita pernah mendengar-nya. Sungguh betapa besar pahala/ ganjaran kita, apabila kita mampu nahan amarah kita ini dengan selalu bersabar. Memang, yang namanya masalah itu pasti akan datang bertubi-tubi bahkan serasa tak ada habisnya. Ada saja masalah dalam kehidupan ini, Mulai dari hal-hal yang sepele hingga yang tingkat lanjutan. Lantas, apakah setiap masalah itu harus kita sikapi dengan penuh rasa emosi ?! tentu tidak saudaraku, ketahuilah bahwa Emosi itu malah akan justru membuat masalah kita runyam, semakin bertambah besar. dan akan menghapus seluruh pahala ibadah kita. Naudzubillah.. !

Yang Ketiga, Ghibah

Ghibah atau istilah lainnya yang familiar adalah “MENGGUNJING/ GOSIP”, hal ini tentu sudah bukan suatu yang aneh lagi di kalangan masyarakat kita. Coba kita bayangkan saja dalam dunia per-televisian pun sangat mendukung tindakan “ghibah” ini. Segala sesuatu keburukan-keburukan orang lain di-umbar-umbar, dan dikonsumsi layaknya makanan-makanan empuk. Bahkan dampak dari semua ini, seluruh kalangan pun dengan mudah terjangkit virus penyakit hati ini. baik itu disadari atau tidak disadari. Ghibah yang pada hakikatnya adalah membicarakan sesuatu hal yang apabila hal tersebut di dengar oleh orang yang sedang dibicarakan “digosipin”, orang tersebut otomatis akan merasa malu, merasa tersinggung, dan akan sakit hatinya. Sungguh perbuatan tersebut akan mengikis pahala amal ibadah kita hingga seluruh amal ibadah yang kita lakukan akan kosong, amal ibadah yang kita kerjakan akan sia-sia (Pahala akan Terhapus).

{” Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sebab sebagian prasangka adalah dosa; janganlah (kalian) mencari-cari keburukan orang, dan jangan (kalian) menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara engkau suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah engkau merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah SWT ! Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang “} (Q.S.: Al-Hujurât [49]: 12)

Yang Keempat, Takabbur

Takabbur atau sombong, pasti dari kita sudah sangat mengetahui arti dari sombong ini. Ya.. orang yang merasa dirinya paling baik inilah sombong, bahkan orang yang sombong ini tak mau menerima fakta/ kenyataan sesungguhnya (tidak mau menerima kebenaran), walaupun dirinya itu salah. Sunguh Takabbur ini merupakan sifat iblis. sebagaimana iblis yang amal ibadahnya sangatlah luar biasa kepada Allah SWT, Bahkan Allah SWT dulu mengangkat Sang iblis ini ke surga dan dijadikan pimpinan para malaikat. Namun Suatu saat, Ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam dengan dibekali berbagai pengetahuan, dan memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud padanya, termasuk juga sang iblis. Akan tetapi sang iblis pun enggan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Karena iblis merasa tak pantas melakukannya, karena kesombongannya, karena iblis merasa lebih baik dari Nabi Adam.

Nah, Lantas bagaimana dengan kita sendiri ? Apakah kita ini ingin mengikuti jejak iblis yang dengan kesombongannya dia dilaknat oleh Allah SWT ? Hingga Seluruh Amal ibadah iblis yang sangat luar biasa tersebut terhapus oleh sifat kesombongannya, hingga yang tersisa hanyalah dosa-dosa yang akan membuatnya di juluki gelar Penghuni Neraka Jahannam. Naudzubillah…!

 

Saudaraku, itulah Empat Hal Yang Bisa Menghapus Pahala Amal Ibadah Kita. Maka dari itu jika masih terdapat empat penyakit dalam diri kita, atau tleh menjangkiti kita ? Maka saatnyalah kita memperbaikinya, karena sangat rugi apabila pahala ibadah kita ini rusak hanya gara-gara empat penyakit diatas tersebut.

Semoga kita selalu mampu melakukan perubahan-perubahan menuju ke arah kebaikan. Supaya pahala amal ibadah kita ini tidak rusak dan sebagai bekal kelak di akhirat. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Aamiin !.

 

 

 

Oleh : Ustad. Rahmad Hidayat
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.