Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia
Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia

Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dunia

MutiaraPublic.Com – Saudara/i-ku MutiaraPublic Rahimakumullah, Kadang kita baru sadar betapa kita harus berbakti kepada orang tua. Namun kesadaran itu kadang datang kurang awal. Yaitu ketika orang tua kita masih ada. Mungkin karena kita terlalu sibuk, khilaf atau lupa akan perintah-Nya, kita tidak berbakti dengan sebaik-baiknya kepada mereka.

Ketika masih hidup kita jarang menengoknya dengan alasan sibuk kerja, dengan alas an tempat tinggal jauh, dan alas an lainnya. Padahal setelah mereka meninggal dunia dan kita pun ternyata punya banyak waktu untuk pulang kampung menengoknya, namun tiadalah berguna waktu senggang kita, kita pun sering sendiri. Ketika perekonomian keluarga kita suda mapan dan kita berniat memberikan kepada orang tua kita, kita pun menyesal tak dapat melakukan karena mereka telah meninggal dunia.

Namun tidak ada kata terlambat untuk berbakti kepadanya. Ya… Meskipun orang tua kita telah meninggal dunia, sungguh kita masih bisa berbakti kepada mereka. Sebagaimana Baginda Rasulullah S.A.W. menasihati kita apabila punya orang tua yang sudah tiada (Meninggal) kita bisa mendoakannya. Kita mohon ampun kepada Allah S.W.T. agar menghapuskan dosa-dosa orang tua kita dan menerima amal kebaikan mereka. Kita pun berdoa agar Allah S.W.T. menyayangi kedua orang tua kita di alam kubur sebagaimana orang tua kita dulu menyayangi kita.

“RABBIGH FIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHHUMA KAMAA RABBAYAANI SHAGHHIARAA…”

Saudara/i-ku MutiaraPublic Rahimakumullah, Kita juga bisa menunaikan wasiat kedua orang kita. Apapbila orang tua kita sebelum meninggal mewasiatkajn suatu, maka sedapat mungkin kita melaksanakan dengan alas an sepanjang tidak bertentangan dengan hokum agama/ syari’at islam. Misalnya seperti ; orang tua berpesan bahwa setelah meninggal dunia, maka separauh hartanya harap diserahkan di panti asuhan atau di infaq-kan ke fakir miskin.

Sebagai anak yang berbakti kita wajib melaksanakan wasiat tersebut dengan memberikan sepertiga harta waris tersebut kepada panti asuhan atau di infaq-kan ke fakir miskin sebagaimana yang sudah ditunjuk orang tuanya sebelum mereka meninggal dunia.

Sebuah kebiasaan yang baik orang tua juga bisa diteruskan oleh sang anak. Hal ini termasuk berbakti kepada keduanya. Misalnya orang tua sering bersilaturahmi kepada sauadara dan kawan-kawannya. Setelah meninggal sang anak pun patut meneruskan kebiasaan bersilaturahmi itu dengan mengunjungi saudara dan kawan-kawan ayahnya dan ibunya.

Dengan demikian silaturahmi pun terus terjalin mekipun keduanya telah tiada. Seorang anak yang dapat menunaikan ketiganya sama saja nilainya dengan berbakti ketika orang tuanya waktu masih ada. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berbakti kepada orang tua meskipun mereka sudah meninggal dunia.

Seorang dari suku bani Salamah pergi, datang
Berkunjung pada Baginda Nabi . Ia bertanya dengan serius sekali,
“Kedua orang tuaku sudah tiada. Adakah jalan
Untuk berdarma bagi keduanya (berbakti kepada orang tua setelah meninggal dunia) ?”
“Tentu, ” jawab Nabi dengan bijaksana,
“Mintakan Ampunan, tunaikan wasiat dan pesan,
Hormati kerabatnya, sahabat,dan rekan,
serta jalin hubungan kekeluargaan.”

 

 

Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.