Bagaimana Cara Berlatih Ketenangan Hati ?
Bagaimana Cara Berlatih Ketenangan Hati ?

Bagaimana Cara Berlatih Ketenangan Hati ?

MutiaraPublic.com – Banyak cara untuk menenangkan hati, tapi cara yang paling ampuh adalah hanya cukup yakin dan percaya padaNya. Tak perlu mencari ketenangan hati atau kedamaian pada orang lain. Percayalah, kedamaian itu ada pada diri kita sendiri.
Hidup ini keras untuk kita dan terlalu keras untuk yang berjiwa lemah. Masalah selalu datang silih berganti. Ya, semua orang pasti pernah mendapat masalah dalam kehidupan.
Ada masalah yang kita anggap berat dan ringan mewarnai masa pendewasaan diri. Tapi ada hal yang perlu dilakukan ketika mendapat masalah atau pun kesusahan, yaitu ringankanlah hati kita, jangan biarkan dikepung kesusahan. Sebab dia (kesusahan) akan merampas harapan & jalan keluar. Percayalah, kesulitan pasti usai juga.
Janganlah jadi manusia yang bermalas-malasan. Jika memang kita masih dapat melakukannya, maka lakukanlah. Dan untuk hal yang benar-benar diluar kemampuan kita, yakinlah Allah selalu bersama kita untuk menolong.
Saya sendiri masih selalu merasa khawatir dengan segala hal yang sudah dan akan terjadi. Namun, ketika menepisnya dan berusaha menyerahkan segala urusan padaNya, insya Allah beban di hati akan menjadi ringan. Susah? Ya memang susah ketika menjalani, tetapi akan mudah saat mengingat betapa besarnya kekuasaan Allah
Sepertinya dari kita mungkin pernah merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup terasa tidak adil untuk kita. Tapi pernahkah berpikir tentang hikmah yang berada dibaliknya? Hikmah itulah yang harus kita gali dan syukuri. Percayalah, semuanya telah terencana dengan indah dan sempurna olehNya.
Sedih sekali ketika orang-orang yang kita sayang pergi meninggalkan kita. Entah dipanggil olehNya, ataupun memang sengaja meninggalkan kita. Kebahagiaan terasa jauh dan berpaling dari kita. Namun, tahukah bahwa kebahagiaan kita itu bukan terletak pada mereka, tetapi pada Allah yang bertempat di hati.
Jadi teringat pesan sahabat saya, dia mengatakan, “Jangan pernah tergantung atau menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain. Jika kamu sanggup, kamu akan bahagia.” Tidak mudah? Ya, memang tak mudah dalam penerapannya, tetapi dari situlah kita mampu berusaha memperbaikinya.
Kunci sukses? Kadang saya tak dapat menjawabnya apa itu kunci sukses dan apa itu sukses. Karena kesuksesan juga ada pada hati kita sendiri, bagaimana kita dapat memanage hati ketika kegagalan menghampiri.
Tapi kunci kegagalan menurut saya adalah memohon, berharap ataupun bergantung pada manusia. Yakinlah dengan kebesaranNya, sukses itu dapat kita genggam dengan tawaqal.
Sekali lagi, jangan takut dengan ujian dan cobaan hidup. Ingatlah bahwa semuanya telah diperhitungkan dengan kadar kemampuan tiap manusia. Jika ujian mendatangi, tandanya Allah telah meyakini kemampuan kita untuk memikulnya.
Kehilangan atau berpisah dengan hal atau orang-orang yang kita sayangi pasti menjadi hal yang dapat mengusik ketenangan dan ketentraman hati. Kita kadang akan merasa sedih ketika kehilangan sesuatu dalam hidup ini.
Tapi, percayalah pada Allah yang akan menggantinya dengan hal yang telah direncanakan olehNya. Karena tak ada perencanaan yang lebih indah dari segala rencanaNya.
Setiap orang baik, pasti punya masa lalu dan setiap mereka yang belum baik, insya Allah masih punya masa depan. Rahmat Allah sungguh luas.

Baca Juga : 7 Kunci Ketenangan Diri ?

Oleh : Fikri Ramadhan
Redaktur : Aminatul Jannah
Editor : Didik Sugianto


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Banyak cara untuk menenangkan hati, tapi cara yang paling ampuh adalah hanya cukup yakin dan percaya padaNya. Tak perlu mencari ketenangan hati atau kedamaian pada orang lain. Percayalah, kedamaian itu ada pada diri kita sendiri. Hidup ini keras untuk kita dan terlalu keras untuk yang berjiwa lemah. Masalah selalu datang silih berganti. Ya, …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.