Ustad Muhammad Arifin Ilham, Bahaya Nafsu dan Kalbu
Tausiyah Ustad Arifin Ilham

Ustad Arifin Ilham ; Bahaya Nafsu dan Kalbu !

MutiaraPublic.Com – Dalam diri manusia ada nafsu dan kalbu. Nafsu adalah kendaraan setan. Mereka yang kurang berzikir apalagi tidak pernah bernah berzikir, nafsunya akan lebih kuat daripada kalbunya, jasmaninya lebih sehat daripada ruhaninya. Terjadilah penguasa ruhani dan penunduk kalbu. Kemudian yang terjadi adalah kezaliman, kemaksiatan, kedurhakaan yang bukan hanya membudaya dan melembaga, tapi sudah sangat fungsional. Hal itu disebabkan nafsu sudah menjadi amarah, yang menyeret manusia melakukan berbagai perbuatan dosa dan kejahatan serta keburukan.

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Qs. Yusuf 53)

Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang cerdas, berfikir dengan akalnya tidak mau terjebak oleh kenikmatan sesaat tapi menderita seumur hidup. Hati orang-orang yang beriman ingin hidup yang sesaat ini lebih berarti untuk menuju hidup yang abadi, tanpa akhhir. Karena itu, orang yang beriman selalu berzikir kepada Allah S.W.T. agar imannya semakin kuat dan ruhaninya semakin sehat. Sehingga, akan terjadi peruhanian jasmani, pengimanan nafsu, bernafsu untuk taat untuk berbuat baik.

Setiap lafal zikir yang kita ucapkan dengan tulus dan ikhlas, akan memberikan kekuatan kepada ruhani kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Setiap lafal zikir adalah hidayah, rahmah, maghfirah, makrifat, berkah, membersihkan kotoran-kotoran hati kita, menjauhkan diri kita dari godaan-godaan setan yang terkutuk, sebagai bukti rasa syukur kita kepada Allah menguatkan iman kita menjadi tangga untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Lafalkanlah zikir dengan tulus dan ikhlas maka kalbu akan menguasai nafsu

Jika kalbu sudah menguasai nafsu, maka dalam hidup kita akan selalu diliputi nuansa zikir. Allah S.W.T. lah yang akan menjadi tujuannya, Rasulullah S.A.W. lah sebagai penuntunnya, dunia adalah surga, bumi adalah masjid, rumah, kantor, dan  hotel adalah mushalla, meja kerja dan tempat tidur berpijak pada hamparan sajadah, bicaranya adalah dakwah, diamnya adalah zikir, nafasnya adalah tasbih, matanya adalah rahmat, telanginya akan selalu terjaga, pikirannya berbaik sangka (optiimis tidak pesimis, tidak sinis dan memvonis, selama hidupnya selalu peluang hidayah), hatinya akan selalu berdo’a, tangan selalu bersedekah, langkah kakinya digerakkan hanya untuk berjihad, kekuatannya silaturahim, kerinduannya hanya kepada syari’at Allah S.W.T., cita-citanya adalah syuhada dan kesibukanya asyik memperbaiki diri, tidak mencari-cari orang lain.

Kemenangan kalbu akan membentuk seseorang yang berkepribdian zikir, nafsunya sudah terarah kepada ketaatan dan perbuatan baik. Nafsu yang terjajah oleh kalbu menjadi nafsu yang dirahmati oleh Allah S.W.T.

 

 

 

Tausiyah Ustad Arifin Ilham (KH. M. Arifin Ilham)
Oleh : Suparto
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.