Tato Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam ? (Fatwa Ulama Turki)

ilustrasi (Memasang Tato)
Direktorat Jenderal Urusan Agama ( Diyanet ) mengeluarkan fatwa yang menyatakan tato tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Dalam Islam, mengubah sesuatu dan bentuk yang diberikan sang Pecipta dilarang. Itu yang terjadi di masa sebelum Islam, “demikian pernyataan resmi Diyanet, seperti dilansir hurriyet daily news.
Diyanet mengungkap Nabi Muhammad Saw mengatakan orang-orang yang mengubah cara mereka diciptakan menjauhkan diri dari kemurahan dan anugerah Allah. “Ini yang memperkuat, mengapa tato dilarang,” kata Diyanet.
Soal anting dan rambut panjang, Diyanet berpendapat Islam tidak menyetujui penggunaan anting dan lainnya pada pria. “Pria Muslim harus menjauhkan diri dari penggunaan perhiasan yang layak bagi perempuan. Ini karena Rasulullah mengatakan pria yang mencoba menyerupai wanita dan wanita mencoba menyerupai pria akan jauh dari kemurahan dan anugerah Allah,” kata dia.
Namun, kata Diyanet, rambut panjang pada pria asalkan bersih dan rapih tidak masalah.
Sumber : ROL
Editor : Hakim


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.