Sahur Rasulullah Dekat Dengan Waktu Subuh
Sahur Rasulullah Dekat Dengan Waktu Subuh

Sahur Rasulullah Dekat Dengan Waktu Subuh

MutiaraPublic.com – Sahur Rasulullah Dekat Dengan Waktu Subuh, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits, dari Anas bin Malik mengenai waktu makan sahur Rasulullah SAW, berikut ini :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه – أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ – رضى الله عنه – تَسَحَّرَا ، فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِىُّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى الصَّلاَةِ فَصَلَّى . قُلْنَا لأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِى الصَّلاَةِ قَالَ كَقَدْرِ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

{” Dari Anas bin Malik r.a. bahwasanya Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Tsabit r.a. pernah makan sahur. Ketika ke-duanya itu selesai dari makan sahur (sahur puasa), Rasulullah SAW berdiri untuk (melaksanakan) sholat, kemudian Rasulullah SAW mengerjakan sholat (subuh). (lalu) Kami bertanya pada Anas tentang berapa-lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan saat/ waktu melaksanakan sholat Subuh. Anas menjawab, yakni sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an) “} (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana yang di katakan oleh Imam Nawawi rahimahullah, beliau menyatakan bahwasanya dalil diatas ini telah menunjukkan mengenai disunnahkan-nya mengakhirkan makan sahur pada saat puasa hingga dekat dengan waktu Subuh. (Syarh Shahih Muslim, 7: 184).

Saudaraku, Faedah mengenai makan sahur ini juga disebutkan oleh Ibnu Abi Jamrah, beliau berkata : {” Rasulullah SAW telah memandang suatu amalan yang sangat mudah buat umat-nya untuk dikerjakan atau dilaksanakan. Seandainya (mereka) tidak makan sahur (pada saat puasa), maka (umat Rasulullah akan) berat menjalankan puasanya. Seandainya makan sahur dilakukan di tengah malam (waktu sahur bukan di akhir, pen.) pastinya juga (akan) memberatkan (umatnya). Orang yang makan sahur tengah malam pastinya tidak bisa terkalahkan dengan rasa kantuknya. (Sedangkan) Makan sahur di tengah malam pun bisa membuat lalai dari (melaksanakan) sholat Subuh atau (bisa) membuat seseorang berusaha keras untuk begadang “} (Fath Al-Bari : [4 : 138]).

 

Jadi kesimpulannya adalah pada saat/ waktu makan sahur Rasulullah SAW adalah (sahurnya rasulullah) dekat dengan saat/ waktu Subuh (artinya beliau akhirkan). Sedangkan waktu berakhirnya puasa tersebut yakni pada saat mendekati kumandang adzan Subuh. Wallahu a’lam !

 

 

 

Oleh : Ustadz. Rahmad Hidayat
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.