Inilah 5 Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam
Inilah 5 Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam

Inilah 5 Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam

MutiaraPublic.Com – Ketahuilah wahai saudara/i-ku kaum muslimin, perihal perkara yang kecil dan remeh saja akan mampu menjadi perkara yang sangat besar, apabila kita tidak mengetahuinya. Ucapan atau mengucapkan kalimat Selamat Natal pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam sungguh sangat dilarang dalam islam.

Ya… meskipun ucapan selamat tersebut hanyalah sebuah ucapan yang sangat ringan, namun itu akan berdampak besar dan masalah yang berat dalam hal aqidah kita sebagai kaum muslimin. Terlebih lagi, apabila ada di antara kita umat islam yang membantu ikut serta menyebarkan ucapan selamat hari natal, baik berupa spanduk, baliho, atau yang lebih parah lagi memakai pakaian khas acara natal (santa klaus, pent.)

 

Terdapat 5 Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam, sebagimana berikut ini :

Yang Pertama, Hari Raya Natal Bukanlah Perayaan Kaum Muslimin

Baginda Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sabdanya, bahwa perayaan bagi umat muslimin itu hanya ada 2, yakni hari raya ‘Idul fitri dan hari raya ‘Idul Adha.

sebagaimana Anas bin Malik r.a. juga berkata : “Ketika Baginda Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah, penduduk Madinah mempunyai 2 hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main dimasa jahiliyah. Maka beliau Rasulullah SAW bersabda : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai 2 hari raya dimasa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah SWT telah mengganti keduanya tersebut dengan yang lebih baik bagi kalian, yakni hari ‘Idul Adha (Hari Raya Kurban) dan hari raya ‘Idul Fitri.” (HR. Ahmad).

Saudara/i-ku kita Sebagai kaum muslim yang taqwa, maka cukuplah dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW yang menjadi sebaik-baiknya petunjuk.

Yang Kedua, Menyetujui Kekufuran Kaum Yang Merayakan Natal

Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT, Tatkala ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, berarti pada hakekatnya sadar atau tidak kita telah memberikan suatu ucapan penghargaan kepada orang tersebut. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.

Nah,begitu pula dengan seorang yang mengaku muslim dan mengucapkan selamat natal kepada kaum nashrani tersebut. Seakan-akan yang mengucapkan kalimat “selamat natal” tersebut, menyematkan untuk menyetujui kekufuran yang telah dilakukan untuk mereka. Sebab mereka beranggapan bahwasanya hari natal itu adalah hari kelahiran yesus tuhan mereka, Padahal dalam Injil Lucas menjelaskan bahwa Nabi Isa as lahir pada masa musim gugur, yaitu sekitar pada bulan Maret.

Dan Sebagai landasan atau rujukan, bahwa Al-Qur’an juga menjelaskan hal yang sama perihal Nabi Isa a.s. lahir di bawah pohon kurma yang saat itu banyak buahnya. 

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)

Hal ini berarti Nabi Isa as lahir pada musim gugur. Dan yang paling parah lagi dengan kalimat natal tersebut tanpa mereka sadari mereka menyetujui dalam menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata ?

Yang Ketiga, Merupakan Sikap Wala/Loyal Yang Keliru (Toleransi Yang Keba-blasan)

Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT, Loyal itu samasekali berbeda dengan berbuat baik (ihsan). Loyal adalah sikap menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita loyal terhadap seseorang, maka otomatis akan tumbuh rasa cinta kita kepada orang tersebut. Maka dari itu, Ketika kita mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani tanpa kita sadari akan dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari hal tersebut, mereka berdalih bahwa yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Sungguh patut kita ketahui bahwa seorang muslim itu diperintahkan untuk wajib mengingkari sesembahan-sesembahan orang kafir tersebut sebagaimana Allah SWT berfirman ;

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)

Toleransi kita sederhana, lakum diinukum wa liya diin, harusnya mereka yang merasa tak enak kalau memaksa kita ikut dalam perayaan mereka, bukan kita yang merasa begitu. (Ustadz Fellix Siauw)

Yang Keempat,  Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Karena Rasulullah SAW Melarang Mendahului Ucapan Salam 

Sebagaimana Sabda Baginda Rasulullah SAW;

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Termasuk Ucapan selamat natal di dalam hadits ini dilarang keras.

Yang Kelima,  Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam Karena Menyerupai Orang Kafir

Sudah sangat jelas bahwa sebagian dari umat muslim juga ikut dan turut berpartisipasi dalam perayaan natal tersebut. Lihat saja ketika di jalan-jalan, pusat perbelanjaan, dan di pasar-pasar,. Sebagian dari umat islam ada yang memakai coatum atau berpakaian layaknya khas perayaan natal. Padahal sungguh Baginda Rasulullah SAW dengan sangat tegas telah melarang umat muslim untuk menyerupai golongan atau kaum kafir.

Sebagaimana Beliau Bersabda;

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

 

Itulah 5 Alasan Mengapa Ucapan Selamat Natal Dilarang Dalam Islam. Semoga Tulisan Di Atas tersebut bermanfaat dalam menguatkan aqidah kita serta meningkatkan iman dan Taqwa kita kepada Allah SWT. Aamiiiin Ya Rabbal ‘alamaiiin !

 

 

 

Redaksi : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.