Hukum Menghina Orang Tua ORang Lain
Hukum Menghina Orang Tua ORang Lain

Hukum Menghina Orang Tua Orang Lain

MutiaraPublic.Com – Hukum Menghina Orang Tua Orang Lain, Saudara/i-ku MutiaraPublic yang dimuliakan Allah S.W.T., Terkadang kita dalam berdebat atau bertengkar dengan seseorang acapkali suka lupa diri. Emosi menyelimuti diri kita dan mengobarkan hawa nafsu untuk saling menjatuhkan. Tidak hanya itu, pertempuran kata-kata pun terjadi. Keduanya ingin berusaha mengejek dan menghinakan lawannya. Yang sering terjadi, dalam suasana emosi biasanya nama orang tua pun ikut dibawa-bawa.

Pertengkaran yang membawa-bawa nama dan posisi orang tua biasanya dilakukan ole anak kecil. Mereka bertengkar dan meledek orang tua lawan masing-masing, Mereka menghina orang tua orang lain atau lawan memanglah sangat efektif untuk membuat lawannya marah. Jangankan menghina, orang tua kita disebut dengan nama menghina saja kita sudah pasti akan sangat marah.

Tidak hanya itu saja, orang dewasa yang terbawa emosi saat bertengkar pun juga sering membawa nama-nama orang tua. Entah dengan dalih menyombongkan orang tua sendiri atau malah meghina orang tua lawannya. Maka sungguh wahai saudara/i-ku berhati-hatilah.

Sebagaimana Baginda Rasululllah S.A.W. menyebut bahwa apabila kita menghina orang tua orang lain, maka sama halnya diri kita ini memaki orang tua kita sendiri, jika kita membangkitkan emosi lawan  dengan memaki orang tuanya lalu dia berbalik memaki dan menghina orang tua kita juga. Artinya yang pertama kali memulai menghina orang tua lawan sehingga menyebabkan lawan juga memaki orang tuanya, maka orang itu sama saja dengan memaki orang tuanya sendiri.

 

Termasuk sebesar-besarnya dosa, orang yang mencaci maki ayah dan bundanya.
Demikian Nabi Muhammad S.A.W. bersabda saat ditanya ;
Bagaimana apabila  seseorang tersebut memaki  ayah dan bundanya ?
Baginda Rasulullah S.A.W. tercinta menjawab ;
“Ia yang memaki ayah seseoarng pria
Lalu pria itu balas dengan memaki ayahnya. Ibu orang
lain ia cela kemudian orang itu balas mencela ibunya.”

 

Memang secara nalar tidak masuk akal sebetulnya. Orang yang sedang emosi tinggi, pikirannya telah tertutup oleh hawa nafsunya. Mengapa dirinya yang bertengkar, tapi kok malah orang tuanya yang dicela, orang tuanya yang di bawa-bawa ? Lantas, Apa hubungannya ? Yang demikian itu hanyalah untuk membuat lawan-lawan dalam pertengkaran tersebut marah.

Saudara/i-ku MutiaraPublic yang dimuliakan Allah S.W.T.,  Seemosi apapun diri kita jangan sampai kita membawa-bawa nama orang tua. Tegakah diri kita, kuatkan pribadi ini dalam mendengarkan cacian dan hinaan lawan terhadap orang tua kita ? Jalan satu-satunya dalam menghadapi lawan yang mencaci orang tua kita adalah dengan  menyerahkan semuanya pada Allah SWT, karena bagaimana pun sekecil apapun bentuk perbuatan yang dilakukan pasti ada ganjarannya, ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan dalam perbuatan tersebut.

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

Man Yazra’ Yahshud

“Barang Siapa Yang Menanam, Maka ia akan memetik”

 

 

 

 

Redaktur : Ning Silviana Sholeha

 


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.