GALAU Adakah Obatnya Ya Allah
GALAU Adakah Obatnya Ya Allah

GALAU, Adakah Obatnya Ya Allah ?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertanyaan tersebut berbunyi ; {” Ya ustadz bantulah saya, saya sebelum ini banyak mendurhakai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, kemudian saya sadar akan beragam kemaksiatan yang telah saya lakukan, baik dengan sengaja atau diluar kesadaran saya.

Sejak beberapa bulan ini saya tekun mengikuti tausiyah dan nasihat ustadz, kyai, ulama, dan mengamalkan semua yang saya fahami dari tausiyah tersebut. Namun satu hal yang saya tidak habis pikir, kenapa saya belum mendapatkan ketenangan hati, dan yang lebih mengherankan lagi adalah rizqi saya malah menurun drastis, dari segi jumlah maupun keberkatannya. Tolonglah ustadz beri bimbingan kepada saya agar dapat menemukan jati diri saya, yang sebenarnya ? “}

Terima Kasih Saudara/i ku, Saya coba menjawabnya dengan kemampuan terbaik saya:

Saudara/i yang dirahmati Allah SWT, barangkali anda akan merasa heran dengan kebijakan dan perlakuan Allah SWT kepada anda. Akan tetapi kenapa harus bertanya pada Allah SWT ? Padahal Allah SWT tidak perlu ditanya tentang apa yang dikerjakan, bahkan andalah yang patut ditanya kenapa anda mengerjakan hal tersebut. Allah berfirman:

 {” Allah tidak dituntut tanggung jawab-Nya atas segala tindakan-Nya. Tetapi orang-orang musyriklah yang dituntut tanggung jawab mereka, “} (QS Al Anbiya 21:23).

Bahkan Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah haditnya pernah bersabda ;

{” Jika Allah SWT sayang kepada seorang hamba, maka ia akan diberinya bala bencana, supaya Allah SWT mendengar rintihannya, “}

Pertanyaan dari Kami adalah, apakah anda ini pernah menyadari perihal kedurhakaan yang selama ini pernah anda dilakukan ?

Sesungguhnya Semakin anda berbuat durhaka tersebut, maka justru semakin banyak rizki, namun tidak barokah dan karunia Allah yang anda terima. Itulah yang disebut “ISTIDRAJ”, artinya menunda siksaan anda sebentar, untuk mendapat siksaan yang lebih perih dan pedih, mungkin dengan tambahan rizki tersebut dimaksudkan agar anda terlena oleh rayuan dunia ini. Dan disaat itulah Allah SWT akan menurunkan bencana yang mungkin tidak seorang pun dapat selamat darinya. Naudzubillah min dzalik!

Saudara/i ku yang dirahmati Allah SWt, dengan belum datangnya perihal ketetenangan dan ketenteraman jiwa tersebut (Galau), padahal dapat dipastikan anda sudah berusaha sesungguh-sungguh mungkin, untuk bertaubat kepada Allah SWT dengan memperbanyak istigfar dan menyesali segala perbuatan dosa serta kesalahan yang selama ini anda kerjakan, Justru dengan kejadian tersebut itu bukan berarti Allah SWT tidak menerima taubat anda dan Allah SWT tidak mengabulkan segala doa yang anda panjatkan pada-Nya.

Akan tetapi usaha anda tersebut belumlah maksimal, seperti halnya dosa karena kedurhakaan anda mungkin masih lebih banyak ketimbang taubat, zikir, istigfar dan amal shaleh yang anda kerjakan sekarang. Wallahua’lam !, saran dari kami adalaha, Teruslah tingkatkan kalimah istigfar anda dalam bertaubat kepadaNya, dengan zikir dan doa, serta tilawah Al-Qur’an, ta’lim, serta bersedekah terhadap fakir miskin, karena diantara fungsi dari shodaqah sendiri adalah membersihkan diri dari lumuran dosa dan perbanyaklah membaca sholawat pada baginda Rasulullah SAW.

Renungkan hadits Rasulullah SAW perihal shodaqah berikut ini :

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ

“…dan shadaqoh itu menghapuskan kesalahan-kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR At Tirmizi -shahih)

Semoga anda diberi Allah SWT kesabaran, keteguhan, serta diberi keistiqomahan.

Selanjutnya saudara/i yang di rahmati Allah SWT, bagaimana agar hati anda menjadi tenang, pikiran serta perasaan anda menjadi tenteram ? sebab Hati yang selalu dirundung susah, duka, sempit serta rasa ragu, lemah beramal shalih adalah tanda hati yang sakit. Dan oleh karena itu, obatilah hati anda yang sakit serta kegalauan anda yang selama ini menyelimuti diri anda adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. perbanyaklah membacanya, mentadabburnya, serta mengikuti petunjuk-petunjuk dan arahannya. Insyaallah hati anda akan menjadi tenteram, damai, dan bebas dari hambatan/ kegalauan anda.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Kami telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang beriman. Adapun orang-orang kafir, ketika mereka mendengar bacaan Al-Qur’an, mereka semakin sesat karena mendustakannya.” (QS Al Isra, 17: 82)

Firman Nya lagi:

“Orang-orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya sebuah mukjizat diturunkan kepada Muhammad dari Tuhannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah akan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya karena dosa-dosanya, dan memberi hidayah kepada siapa yang mau bertaubat kepada-Nya,yaitu mereka yang beriman dan hatinya menjadi tenteram ketika mengingat Allah. Ketahuilah, sesungguhnya dengan mengingat Allah semua hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d, 13: 27-28)

Semoga jawaban ringkas ini bermanfaat untuk penanya dan yang ikut serta membaca penjelasan ini.

Amien ya rabbal alamien !

 

 

 

Oleh : Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Editor : Sa’Dullah
Redaktur : Erlinda Natalia
Dipublikasi : MutiaraPublic.com


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan tersebut berbunyi ; {” Ya ustadz bantulah saya, saya sebelum ini banyak mendurhakai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, kemudian saya sadar akan beragam kemaksiatan yang telah saya lakukan, baik dengan sengaja atau diluar kesadaran saya. Sejak beberapa bulan ini saya tekun mengikuti tausiyah dan nasihat ustadz, kyai, ulama, dan mengamalkan …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.