Hukum Memberi Uang Tip Menurut Perspektif Islam
Hukum Memberi Uang Tip Menurut Perspektif Islam (ilustrasi)

Fatwa : Hukum Memberi Uang Tip Menurut Perspektif Islam ?

MutiaraPublic.com – Saudaraku, salah satu kebiasaan yang sangat sering terjadi di tengah=tengah masyarakat kita yakni ketika mereka ber-transaksi atau ketika mereka menggunakan jasa tertentu dengan cara memberikan uang tip. misalnya seperti ketika mereka makan di kafe atau restoran, tak sedikit dari mereka memberikan uang tip tersebut kepada pramusaji.

Tip ini juga kadang kala diperuntukkan bagi mereka yakni kurir atau office boy di perkantoran-perkantoran. Fenomena pemberian uang tip ini hampir atau nyaris ada di setiap-tiap lini kehidupan kita.

Lantas, apa hukum bagi yang memberi uang tip menurut perspektif Islam ? Apakah hal ini dalam kasus tertentu termasuk kategori grativikasi yang diharamkan ?

Saudaraku, kebiasaan berbagi uang tip ini juga menjadi salah satu pemandangan yang umum atau lumrah di sebagian besar kawasan Timur Tengah. Istilah uang tip, di negara-negara Arab misalnya itu dikenal dengan “baqsyisy” atau “ikramiyyah”. Tip ini seperti halnya yang berlaku pada umumnya, diberikan kepada mereka yakni para pelayan atau kurir, contoh misal, uang tip adalah sebagai bentuk ucapan terima kasih serta penghargaan atas penggunaan jasa-nya. Fenomena hal seperti ini pun juga mengundang perhatian dari lembaga fatwa di negara-negara timur tengah tersebut.

Ketua Lembaga Dar Al-Ifta Mesir yakni Syekh Ali Jumah telah memfatwakan, bahwa uang tip tersebut hukumnya boleh. Asalkan, uang tip tersebut Ikhlas dan uang tip itu bukanlah sebuah kewajiban dari pengguna jasa. Uang tip ini diberikan semata-mata sebagai bentuk ucapan terima kasih serta hadiah. Pemberian uang tip tersebut adalah di luar akad (kesepakatan) transaksi antar-keduanya. Dan uang tip yang telah diberikan tersebut tidak boleh diambil oleh pimpinan setempat atau perusahaan dimana si pelayan itu bekerja. Oleh karena itu, ia (yang diberi tip tersebut) berhak menyembunyikan tip dari bos tempat ia bekerja.

Beliau (Syekh Ali Jumah) mengutip hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim, dari Abu Humaid As Saidi. bawha Rasulullah SAW mengecam para pekerja yang mengharapkan hadiah. Menurut Imam an-Nawawi, pelarangan dalam hadist tersebut berlaku apabila yang bersangkutan itu berkorelasi langsung dengan otoritas pemerintahan. Hal ini justru tidak diperkenankan dalam islam, tapi bila sekedar bentuk hadiah yang dengan hati ikhlas, maka tak jadi masalah.

 

Wallahua’lam..!

 

 

 

Dikutip dari : Republika
Editor : Sa’Dullah
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

2 comments

  1. intan kurnia

    Selagi Tip tak ada unsur paksaan, insyaallah tidak apa-apa. Yang penting tak ada unsur paksaan dan yang memberi Ikhlas. Rezeki terkadang datang melalui perantara tangan orang lain.

    • Team MutiaraPublic

      Terimakasih sudah berkomentar saudariku..

      Semoga Allah Selalu memberikan Rahmat bagi saudari. Aamiin !

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.