Bagaimana Hukum Suami menghajikan Istri ?!

Apakah wajib bagi seorang suami menghajikan istrinya?
Dan apakah boleh suami memakai uang istrinya untuk berangkat haji?

Jawab :

Seorang suami wajib memberi nafkah kepada istrinya. Dan ibadah haji bukanlah termsuk nafkah yang harus diberikan suami kepada istrinya. Salah satu syarat wajib haji adalah, mampu. Jika si istri tidak memiliki bekal yang cukup untuk haji, maka ia tidak wajib melaksanakan ibadah haji. Namun, jika suaminya memberinya bekal, maka ia akan mendapat pahala, sebesar pahala hajinya.

Adapun seorang suami yang memakai harta istrinya dengan cara yang tidak baik, maka ia berdosa. Karena property seorang istri adalah independen. Namun jika ia menerimanya dari istri dengan lapang dada, maka hal tersebut adalah baik dan berpahala.

Sah kah haji seseorang perempuan yang masih dalam masa iddah, karena ditinggal mati suaminya?

Dalam syari’at islam, seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, wajib melaksanakan iddah selama empat bulan sepuluh hari, sesuai dengan ayat 234 dalam surat al-Baqarah.

Namun apakah as-sukna (berdiam diri di rumah) termasuk dari proses iddah?

Dalam hal ini para tokoh ulama berbeda pendapat:
a. Jumhur ulama dan para salaf berpendapat bahwa: berdiam diri di rumah adalah bagian dari iddah. Jadi seorang wanita tidak boleh bepergian selama masa iddah, termsuk di antaranya melaksanakan ibadah haji.

Dalil : Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwatta’, Imam Syafi’I, Imam Ahamd, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I dan Ibnu Majah serta Ibnu Hibban dari hadis Furai’ah binti Malik bin Sinan bahwa rasul pernah bersabda:

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ بْنِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ عَمَّتِهِ زَيْنَبَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَنَّ الْفُرَيْعَةَ بِنْتَ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ وَهِيَ أُخْتُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَخْبَرَتْهَا :أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ أَنْ تَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهَا فِي بَنِي خُدْرَةَ فَإِنَّ زَوْجَهَا خَرَجَ فِي طَلَبِ أَعْبُدٍ لَهُ أَبَقُوا حَتَّى إِذَا كَانُوا بِطَرَفِ الْقَدُومِ لَحِقَهُمْ فَقَتَلُوهُ قَالَتْ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي فِي بَنِي خُدْرَةَ فَإِنَّ زَوْجِي لَمْ يَتْرُكْنِي فِي مَسْكَنٍ يَمْلِكُهُ وَلَا نَفَقَةٍ قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ قَالَتْ فَانْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي الْحُجْرَةِ نَادَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ أَمَرَ بِي فَنُودِيتُ لَهُ فَقَالَ كَيْفَ قُلْتِ فَرَدَّدْتُ عَلَيْهِ الْقِصَّةَ الَّتِي ذَكَرْتُ لَهُ مِنْ شَأْنِ زَوْجِي فَقَالَ امْكُثِي فِي بَيْتِكِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ قَالَتْ فَاعْتَدَدْتُ فِيهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا

b. Pendapat sebagian ulama/ pendapat sebagian sahabat dan tabi’in bahwa : berdiam di rumah bukan termasuk dari iddah yang diwajibkan. Maka ia boleh untuk keluar rumah baik haji maupun umrah.

Pendapat ini diriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Talib, Ibnu Abbas, ‘Aisyah, Jabir bin Abdillah juga dikuatkan oleh Hasan al-Bashri, Jabir bin Zaid, ‘Atho bin Abi Rabah dan pendapat Dzahiriyah. Dalilnya adalah; bahwa ayat al-qur’an (surat al-Baqarah di atas) tidak mewajibkan berdiam diri di rumah. Dan hadis di atas dianggap dhoif. Namun, jika hadis tersebut dianggap sah, maka hadis tersebut tergolong dalam hadis yang kontekstual.

Akhirnya, meski pendapat jumhur ulama yang paling kuat, karena berdasar pada hadis shohih, namun bukan berarti pendapat tersebut mutlak harus diambil. Karena ada kaidah yang berbunyi: la yunkaru al-mukhtalaf fihi wa innama yunkaru al-muttafaq alaihi. Maka, diperbolehkan mengambil pendapat yang membolehkan. Dengan demikian ia boleh berhaji, atas dasar pendapat sebagian ulama itu. Terlebih jika dimungkinkan kesempatan haji tidak akan terulang atau bahkan ia sudah membayar biaya haji. Sehingga, baik ulama yang melarang atau yang membolehkan, sepakat bahwa hajinya dihukumi sah.

Wallahua’lambishawab….!

 

 

Oleh : KH. TB. A. Khudori Yusuf
Dipublikasikan Oleh : MutiaraPublic


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.