Apapun Bersiasat terhadap Hal yang Haram, Hukumnya Haram
Apapun Bersiasat terhadap Hal yang Haram, Hukumnya Haram

Apapun Bersiasat terhadap Hal yang Haram, Hukumnya Haram

MutiaraPublic – Sebagaimana Islam telah mengharamkan semua perbuatan yang dapat membawa kepada haram dengan berbagai cara yang nampak, maka begitu juga Islam yang mengharamkan seluruh siasat (mengenai kebijakan) untuk berbuat haram dengan cara-cara yang tidak begitu jelas seperti halnya siasat setan (yakni yang tidak nampak).

Rasulullah SAW sempat mencemooh beberapa kaum Yahudi yang membuat satu kebijakan perihal tentang menghalalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT (haram).

Beliau bersabda,  “Janganlah kamu berbuat seperti perbuatan kaum Yahudi, dan janganlah pula kamu menganggap halal terhadap larangan-larangan Allah SWT. walaupun dengan siasat yang paling kecil.” (hadis ini diambil dari kitab Ighatsatul Lahfan oleh Ibnul Qayim)

Salah satu contoh, misalnya kaum yahudi/ orang Yahudi dilarang berburu pada hari Sabtu, kemudian mereka bersiasat untuk tidak mematuhi larangan ini dengan menggali, suatu parit pada hari Jumat agar pada hari Sabtu ikan-ikan dapat masuk ke dalam parit tersebut, serta bakal diambilnya kelak pada hari Ahad.

Langkah seperti ini dilihat halal oleh beberapa orang yang memanglah bersiasat untuk tidak mematuhi larangan tersebut, namun oleh para ahli fikih hal ini dipandang satu perbuatan yang bersifat haram, dengan alasan yang jelas bahwasanya motifnya malah untuk berburu, baik dengan jalan bersiasat ataupun dengan cara langsung.

Perihal mengenai Halal dan Haram dalam ajaran Islam, Syekh Yusuf Qaradhawi menyampaikan, tentang bersiasat, yakni menamakan suatu hal yang haram dengan nama lain, serta mengubah wujud. Walau sebenarnya, intinya itu juga.

Oleh karena itu, satu hal yang mesti tidak diragukan lagi, adalah mengubah hukum cuma cukup hanya mengubah nama, sedangkan bendanya itu-itu juga. Atau mungkin dengan cara mengubah wujud, walaupun sebenarnya pada hakikat bendanya itu juga.

Oleh karenanya juga, siapa juga yang mengubah wujud dengan kemauan sebatas siasat agar bisa makan riba, atau mungkin bikin nama baru dengan kemauan agar bisa minum arak, maka dosa riba dan arak tidaklah bisa hilang.

Untuk itulah, maka dalam sebagian hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan, “Sungguh bakal ada satu kelompok dari umatku yang berasumsi bahwa halal minum arak dengan memberikan nama lain. “ (HR Ahmad)

“Akan tiba satu saat dimana manusia berasumsi halal riba dengan nama jual-beli. “ (hadis ini diambil dari kitab Ighatsatul Lahfan oleh Ibnul Qayim)

Salah satu diantara keganjilan saat ini di zaman kita ialah beberapa orang menamakan tarian porno dengan nama seni tari, arak diberi nama minuman rohani serta riba diberi nama keuntungan dan lain sebagainya.

Wallahua’lam bi shawab. !

 

Redaktur : Ahmad Jailani


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic – Sebagaimana Islam telah mengharamkan semua perbuatan yang dapat membawa kepada haram dengan berbagai cara yang nampak, maka begitu juga Islam yang mengharamkan seluruh siasat (mengenai kebijakan) untuk berbuat haram dengan cara-cara yang tidak begitu jelas seperti halnya siasat setan (yakni yang tidak nampak). Rasulullah SAW sempat mencemooh beberapa kaum Yahudi yang membuat satu …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.