Warga Gunung Slamet Gelar Ritual Tolak Bala' ! (foto ; detikDOTcom)
Warga Gunung Slamet Gelar Ritual Tolak Bala' ! (foto ; detikDOTcom)

Warga Gunung Slamet Gelar Ritual Tolak Bala’ !

MutiaraPublic.com – Meningkatnya aktivitas di Gunung Slamet telah membuat khawatir seluruh warga Desa Limpoakuwus, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Mereka pun segera menggelar shalat istighosah serta berbagai ritual tolak bala’.

Warga pun serontak membuat kupat tolak bala’ yang berisi nasi serta selembar daun salam. Benda tersebut digantungkan di tiap pintu masuk rumah mereka.

Menurut Kyai Sukri Ahmad Muhajir salah satu tokoh dari warga Limpakuwus, maksud dan tujuan dibuatnya ketupat tolak bala’ tersebut, supaya warga selamat dari kemurkaan Gunung Slamet. Jika kita maknai dengan melalui pendekatan syariat Islam serta falsafah Jawa, ketupat merupakan “simbol” dari rasa bersalah kita kepada Allah SWT., serta supaya diberi keselamatan Oleh Allah SWT.

{” Setelah mengaku (bahwa warga mereka) banyak dosa salah, lalu meminta supaya diberi keselamatan (oleh Allah Sang Maha Penyelamat) “} tutur Kyai Sukri Ahmad Muhajir.

Ada juga ritual dengan tumpengan atau slametan, hal ini sebagai wujud dari sesembahan atau sedekah. Di dalamnya, terdapat ; jangan gandul (sayur pepaya), ingkung ayam, urap-urap, dan lain sebagainya. Jangan gandul bagi kami merupakan simbol supaya lahar dari gunung Slamet tersebut tidak sampai jatuh ke permukiman para warga/ penduduk.

{” Tetap nggandul (atau tetap menggantung), tidak jatuh di permukiman (warga) tetapi hanya jatuh di sekitar kawah, sehingga tidak mencelakai banyak orang (warga) ” jelas Kyai Sukri Ahmad Muhajir tersebut.

Kepala Desa dari Limpakuwus, yakni Darko, juga mengatakan bahwa pihaknya tersebut sudah mengimbau kepada warga untuk selalu tetap tenang serta melakukan kegiatan istighosah serta apa yang mereka yakini (percaya) untuk tolak bala’  ; {” Kami beserta warga setempat hanya berdoa, beriktihar, meminta keselamatan (yakni kepada Allah SWT.), di samping adanya perintah dari pemerintah yang tentunya juga harus dipatuhi “} tutur Kepala Desa Limpakuwus tersebut.

Darko tersebut menjelaskan, bahwa pihaknya masih terus melakukan sosialisasi perihal perkembangan situasi dan kondisi di gunung Slamet, dari hari ke hari supaya warga betul-betul siap menghadapi kemungkinan (kejadian) terburuk yang terjadi nantinya.

Lebih lannjut lagi Darko mengakui, bahwa warga sangatlah panik dengan aktivitas di gunung Slamet pada akhir-akhir ini. Bahkan beberapa hari yang lalu, warganya tersebut sempat berhamburan keluar rumah pada saat kejadian dentuman yang cukup keras dari Gunung Slamet tersebut.

{” Kejadian seperti itu (yaitu dentuman gunung Slamet) jarang sekali terjadi, bahkan nyaris (hampir) tidak pernah terjadi sejak puluhan tahun “} ungkap Darko.

Saudaraku… Semoga warga di gunung selamet tetap diberi keselamatan dan ketabahan oleh Allah SWT.

Amin.!

 

 

Disadur dari : detikDOTcom
Redaktur : Babur Rahmah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Meningkatnya aktivitas di Gunung Slamet telah membuat khawatir seluruh warga Desa Limpoakuwus, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Mereka pun segera menggelar shalat istighosah serta berbagai ritual tolak bala’. Warga pun serontak membuat kupat tolak bala’ yang berisi nasi serta selembar daun salam. Benda tersebut digantungkan di tiap pintu masuk rumah mereka. Menurut …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.