Penyebab Utama Kaum Yahudi Ingin Kuasai Tanah Palestina !
Penyebab Utama Kaum Yahudi Ingin Kuasai Tanah Palestina !

Penyebab Utama Kaum Yahudi Ingin Kuasai Tanah Palestina !

MutiaraPublic.com – Kaum Yahudi di negara Israel kini terus-menerus menggebor dan meneror warga Palestina. Lantas Apakah yang membuat kaum Yahudi ini berkeras ingin mendapati (menguasai) seluruh tanah Palestina, walaupun fakta sejarah telah membuktikan bahwasanya tanah tersebut merupakan milik kaum Muslim ?

Apakah penyebab utama kaum Yahudi berkeinginan menguasai tanah Palestina ?

Yerusalem Dalam Taurat

Hubungan antar Yerusalem dan Yahudi ini bisa kita lihat di dalam Bibel yakni pada Perjanjian Lama. Menurut pandangan mereka (kaum Yahudi), daerah yang paling suci itu adalah Gunung Moriah (Mount Moriah), yang kemudian kini kita kenal dengan sebutan Kuil Gunung (Temple Mount). Area inilah yang kau Yahudi klaim sekarang ini dimana area ini terletak di bawah bangunan milik kaum Muslim (warga palestina), {” Kubbah As-Sakhra atau dikenal dengan the Dome Of the Rock “}.

Dalam Taurat (Perjanjian Lama), Yerusalem tersebut memiliki banyak sekali nama, seperti misal : Moriah, Salem (Shalem), Jerusalem (Yerushalayim), Jebuse (Yevuse), dan Zion (Tzi-yon). Dan yang paling banyak disebutkan dalam kitab Perjanjian Lama ini yakni “Yerushala-yim”, dimana nama itu disebutkan sebanyak “349 kali”, sementara untuk nama “Tziyon” ini disebutkan sebanyak “108 kali”.

Kisah-kisah dalam kitab “Bibel” ini, yang ber-hubungan dengan Yerusalem (Gunung Moriah) sangat banyak, seperti misal adalah: {” Ketika nabi Ishak pergi ke lapangan, ia bertemu dengan Ribka untuk pertama kalinya “} (Kitab Kejadian 24:63-67), {” dia berdiri di gunung Moriah (Yerusalem). Mimpi Jakub naik ke surga melihat para malaikat turun tangga “} (Kejadian 28:10-22), juga terjadi di tempat ini, gunung Moriah (Yerusalem).

Mitos Mengenai Yerusalem ini Dipegang Kuat

Keyakinan ini masih hidup sampai sekarang, artinya keyakinan ini sangat dipercayai oleh masyarakat Yahudi sekarang. Hal ini tampak dalam sebuah ritual-ritual mereka. seperti misalnya: Ketika masyarakat Yahudi berdoa sebanyak 3 kali sehari, mereka itu selalu menghadap ke “Yerusalem”. Jika mereka itu sedang berada di daerah Yerusalem, maka mereka berdoa menghadap ke Kuil Gunung “Temple Mount”. Yerusalem ini diucapkan berkali-kali dalam doa keseharian mereka (orang-orang Yahudi) dan juga dalam ucapan terima kasih setelah mereka makan.

Bangsa Yahudi ini menutup acara makan dalam rangka hari suci Yahudi “Passover Seder” , mereka selalu mengakatan kalimat “Next Year in Jerusalem” Satu kalimat ini telah mengung-kapkan bahwa cita-cita mereka untuk menguasai/ menduduki negara Yerusalem.

Ketika dalam rangka acara sebuah pernikahan Yahudi misalnya, pengantin/ mempelai tersebut memecahkan sebuah gelas hal ini sebagai makna/ tanda untuk mengingatkan kedukaan mereka terhadap perusakan-perusakan 2 kuil yang sampai sekarang masih berdiri di Gunung Moriah tersebut.

Menyambut Kedatangan Dari Mesiah

Dan mereka (orang Yahudi) yang beriman, mereka selalu menyisakan tempat kecil di balik dinding rumah mereka, tempat kecil tersebut tanpa dicat dan diplester. Hal ini sebagai wujud/ tanda bahwa kedukaan terhadap perusakan Kuil tersebut. Dimana dalam keyakinan “Yudaisme”, dimana sekarang ini telah bergeser jauh dari ajaran Taurat yang sesungguhnya yakni ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa a.s., bangsa Yahudi tersebut berkeyakinan bahwa kelak mereka akan kedatangan seorang Messiah dimana seorang messiah tersebut akan datang untuk mengangkat derajat mereka dan juga mengangkat kedudukan bangsa Yahudi sebagai pemimpin dunia. Kehadiran Messiah inilah yang hingga hari ini menjadi inti utama dari semangat bangsa Yahudi dalam memperebutkan Tanah Palestina tersebut.

Bagi bangsa zionis Yahudi, mereka telah beranggapan bahwa Kuil Sulaiman itu harus sudah berdiri (secepatnya), untuk menyambut kedatangan Messiah yang dipercaya oleh mereka (kaum yahudi) akan bertahta di atas singgasananya, yang pada akhirnya akan diperuntukkan sebagai “One World Order” (pusat pemerintahan dunia).

 

 

 

Oleh : Hj. Irena Handono (Mualaf yang merupakan pakar kristologi, “Pendiri Irena Center”)
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.