NU Melarang Para Pelajar Untuk Merokok
NU Melarang Para Pelajar Untuk Merokok

NU Melarang Para Pelajar Untuk Merokok

MutiaraPublic.com – Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama atau PP LKNU, Hisyam Said mengemukakan, banyaknya perokok di kelompok remaja dipengaruhi atas lingkungan setempat dan juga iklan di media.

Hisyam mengungkap, bahwa ia mengutip dari hasil survey FKM UI yang mengatakan 90% keselurahan remaja sempat melihat iklan rokok. Terlebih lagi pesan rokok dikaitkan dengan kegiatan olahraga, musik serta hal-hal lain yang tentunya sangat menarik bagi para remaja.

”Maraknya iklan rokok tersebut tanpa disadari telah bertindak untuk mendongkrak jumlah perokok bagi para kalangan pelajar. Untuk menangkalnya, pastinya dengan tingkah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Saya menghimbau bagi para pelajar untuk berprilaku hidup sehat, tidak merokok, ” ungkap Hisyam dalam workshop Duta Anti Rokok LKNU serta IDI Depok. Islamic Boarding School Al-Mannar Azhari, Meruyung, Limo. pada hari Sabtu (17/5) malam kemaren.

Hisyam mengungkapkan, merokok untuk para kalangan pelajar seolah telah melekat menjadi sisi dari pola hidup. Juga, ada asumsi dengan merokok dapat menambah status dan pengakuan lebih jantan/ lebih maco. Oleh Karenan itu, sebaiknya pihak yang terkait lebih memprioritaskan pada bagian spiritual serta moral anak bangsa tersebut.

Ia mencontohkan, pada Survey Sosial Ekonomi Nasional dalam kurun waktu 15 tahun terakhir terjadi lonjakan perokok di kelompok remaja. Dijelaskan pada tahun 1995 jumlah perokok aktif di kelompok remaja sejumlah 7%. Akan tetapi, pada tahun 2010 menjadi 43%. ”Kita kaitkan perokok di kelompok remaja ini dengan aktivitas PHBS. Cuma hal semacam itu yang akan menjadi penangkalnya, ” jelas Hisyam.

Anggota Pok Pakar/ Ahli BNN Bidang Adiksi serta Rehabilitasi Kusman, Kusman Suriakusumah menuturkan, dengan merokok dapat menjadi pintu gerbang terhadap pemakai narkoba. ”Untuk itu, saya mengimbau supaya beberapa pelajar dapat menggerakkan gaya hidup sehat atau mungkin healty life, ” tegas Kusman.

Menurut Kusman, bukan sekedar perokok aktif bakal terkena efek/ dampak kesehatan namun juga akan berimbas dengan perokok pasif yang justru malah dampaknya akan lebih besar. ”Merokok memanglah beresiko. Namun, butuh dicatat saat ini ada 251 type narkoba didunia. Tetapi, di Indonesia yang masuk UU baru 22 type. Warning buat masyarakat, jika ketemu hal baru yang sifatnya kecanduan mesti disadari serta dicermati, ” tuturnya.

 

Reporter : Sa’Dullah
Redaktur : Aminatul Jannah

 


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama atau PP LKNU, Hisyam Said mengemukakan, banyaknya perokok di kelompok remaja dipengaruhi atas lingkungan setempat dan juga iklan di media. Hisyam mengungkap, bahwa ia mengutip dari hasil survey FKM UI yang mengatakan 90% keselurahan remaja sempat melihat iklan rokok. Terlebih lagi pesan rokok dikaitkan dengan …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.