IKADI Menyatakan Baha'i Masuk Ke 11 Kriteria Aliran Sesat
IKADI Menyatakan Baha'i Masuk Ke 11 Kriteria Aliran Sesat

IKADI Menyatakan Baha’i Masuk Ke 11 Kriteria Aliran Sesat

MutiaraPublic.com – KH. Ahmad Satori Ismail, yakni Ketua Umum PP IKADI (Pimpinan Pusat Ikatan Da’i Indonesia), menyatakan, bahwa Baha’i termasuk golongan ke dalam 11 kriteria aliran sesat sesuai yang telah ditetapkan oleh MUI.

KH. Ahmad Satori Ismail mengucapkan : {” Seharusnya, Menag (Lukman Hakim Syaifuddin) memperhatikan 11 kriteria aliran sesat berdasarkan fatwa MUI sebelum mengesahkan Baha’i sebagai agama baru (di Indonesia), “}  ucapnya, pada tanggal  23/7/2014.

Ketua Umum PP IKADi itu melanjutkan, Menurut MUI salah satu kriteria aliran sesat, yaitu pengakuan terhadap adanya nabi baru, setelah Nabi Muhammad SAW.. Dipandang dari sisi ini, Baha’i sangatlah dekat dengan Ahmadiyah Qadian.

Memang MUI tidak sekali-kali menetapkan satu per satu aliran apa yang merupakan sebuah aliran sesat dari segi pandang Agama Islam. {” berdasarkan fatwa MUI, yang menetapkan ke 11 kriteria aliran sesat, “} Tegas, KH. Ahmad Satori Ismail.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang menyatakan bahwa Baha’i menyusul agama Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, serta Khonghucu, sebagai agama yang keberadaannya diakui oleh konstitusi.

KH. Ahmad Satori Ismail juga menegaskan : {” Bahwa Fatwa MUI itu juga sudah disetujui oleh berbagai kalangan Ormas Islam yang ada di MUI, “} imbuhnya.

 

 

 

Dilansir dari : Republika Online
Disusun : Sa’Dullah
Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – KH. Ahmad Satori Ismail, yakni Ketua Umum PP IKADI (Pimpinan Pusat Ikatan Da’i Indonesia), menyatakan, bahwa Baha’i termasuk golongan ke dalam 11 kriteria aliran sesat sesuai yang telah ditetapkan oleh MUI. KH. Ahmad Satori Ismail mengucapkan : {” Seharusnya, Menag (Lukman Hakim Syaifuddin) memperhatikan 11 kriteria aliran sesat berdasarkan fatwa MUI sebelum mengesahkan …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.