Agama Baha'i Pernah Dilarang Oleh Presiden Soekarno
Agama Baha'i Pernah Dilarang Oleh Presiden Soekarno

Agama Baha’i Pernah Dilarang Oleh Presiden Soekarno

MutiaraPublic.com – Agama Baha’i hari-hari ini ramai diperbincangkan setelah Menteri Agama (Lukman Hakim Syaifuddin) mengakui keberadaan agama tersebut sesuai konstitusi. Dengan demikian, para penganut Agama Baha’i yang dipopulerkan atau disebarkan oleh Babullah dari negara Iran, bisa dicantumkan di KTP bagi para pengikutnya, sebagaimana pemeluk agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, serta Konghucu.

Disadur dari berbagai sumber, bahwa Agama Baha’i ini sebetulnya sempat dilarang di negara kita Indonesia. Hal tersebut setelah Presiden Pertama R.I. Soekarno mengeluarkan fatwa Keppres Nomor 264 Tahun 1962. pada Keppres tersebut.

Selain melarang Agama Baha’i, Presiden Soekarno juga melarang Freemasonry serta semua turunannyanya. Di antaranya seperti, : Divine Life Society, Rotary Club, Loge Agung Indonesia (Vrijmetselaren Loge ), Ancient Mystical Organization of Rucent Cruicers, Moral Rearmament Movement, Organisasi Baha’i, serta Perhimpunan Theosofie Tjabang Indonesia

Akan tetapi, pada saat kepemimpinan KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) menjadi presiden RI yang keempat, maka dikeluarkan Keppres Nomor 69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000 yang isinya telah mencabut Keppres 264/1962. Sehingga, para kelompok organisasi-organisasi tersebut dilegalkan (dibolehkan) beroperasi di negara Indonesia.

Alhasil, keberadaan-keberadaa Organisasi diatas tersebut, serta Agama Baha’i yang lagi gencar diperbincangkan sekarang, telah menjadi resmi dan syah di negara kita tercinta, Indonesia.

 

 

Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Agama Baha’i hari-hari ini ramai diperbincangkan setelah Menteri Agama (Lukman Hakim Syaifuddin) mengakui keberadaan agama tersebut sesuai konstitusi. Dengan demikian, para penganut Agama Baha’i yang dipopulerkan atau disebarkan oleh Babullah dari negara Iran, bisa dicantumkan di KTP bagi para pengikutnya, sebagaimana pemeluk agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, serta Konghucu. Disadur dari berbagai …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.