Chow Jack - Pria Penghina Nabi Menangis, Ketika Hakim Menjatuhkan Hukuman
Chow Jack - Pria Penghina Nabi Menangis, Ketika Hakim Menjatuhkan Hukuman. (foto ; HidayatullahDOTcom)

Pria Penghina Nabi Menangis Ketika Hakim Menjatuhkan Hukuman

MutiaraPublic.com – Seorang supervisor situs konstruksi, Chow Mun Fai (pria keturunan Thionghoa) itu, telah mendapatkan ganjaran, yakni penjara oleh Pengadilan Sesi Kuala Lumpur pada hari Rabu (10/09/2014) setelah ia mengaku bersalah atas tuduhannya yang membuat komentar dalam menghina Baginda Nabi Muhammad SAW., serta (menghina) Islam yang melalui akun Facebooknya tersebut, pada bulan Juni 2014 lalu.

Chow Mun Fai (usia 37 tahun) atau dikenal dengan nama Chow Jack,  telah membuat pengakuan perihal masalah tersebut, ketika tuduhan dilayangkan dan dibacakan di hadapan Hakim Azman Mustapha.

Saat mendengar tuduhan yang layangkan oleh jaksa Suhaimi Ibrahim, Chow Mun Fai yang hadir ke pengadilan dengan mengenakan sebuah kaos pink beserta celana biru, Chow Mun Fai pun terlihat menangis tersedu-sedu.

Chow Mun Fai yang dituduh telah mengirim komentar yang menyinggung perasaan penganut agama lain (islam) dengan menggunakan sebuah aplikasi Facebook dengan kalimat berikut ;

{” Selamat menyambut hari Setan Idul Fitri pada 28 juli 2014 dan sebulan puasa makan Babi hingga sebulan pada 28 jun 2014-27 jun 2014. selamat menyambut hari syaitandaripada facebook malaysia. akan baik kut teh nabi mohd syaitan anjing pukimak anjing syaitan . “} ucapanya dalam sebuah acount facebook. Astaghfirullah… !

Chow Mun Fai dituduh melakukan sebuah kesalahan itu saat ia berada di KLPAC (Kuala Lumpur Performing Art Centre), di Sentul Park, sekitar jam 10.30 pagi, tanggal 12 Juni 2014 lalu.

Tuntutan hukum yang dilayangkan terhadapnya diajukan, yakni berdasarkan Pasal 233 (1) (a) Akta Komunikasi serta Multimedia 1998 (Akta 588), yang dikenakan hukuman denda maksimum RM 50,000 (Ringgit Malaysia) atau dikenakan kurungan penjara maksimal 1 tahun atau bisa jadi hukuman kedua-duanya, jika terbukti ia bersalah.

Ahmad Ridza Mohd Noh yang merupakan Pihak pengacara dari Chow Mun Fai, memohon supaya hukumannya tersebut diringankan, dengan suatu alasan bahwa terdakwa harus menjaga kedua orangtuanya yang sudah berusia lanjut/ uzur.

{” Seseorang selalu (seringkali) diingatkan supaya agar tidak menyiarkan (mengucapkan/ menyebarkan) kata-kata yang tentunya bersifat ofensif yang dapat menimbulkan kemarahan bagi orang lain, sehingga dapat menyebabkan runtuhnya rasa keharmonisan dalam kalangan masyarakat “} tutur sang Hakim Azman Mustapha, yang dikutip dari Berita Harian, sebelum menjatuhkan hukuman penjara setahun bagi Chow Mun Fai tersebut.

 

 

Disadur dari : HidayatullahDOTcom
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Seorang supervisor situs konstruksi, Chow Mun Fai (pria keturunan Thionghoa) itu, telah mendapatkan ganjaran, yakni penjara oleh Pengadilan Sesi Kuala Lumpur pada hari Rabu (10/09/2014) setelah ia mengaku bersalah atas tuduhannya yang membuat komentar dalam menghina Baginda Nabi Muhammad SAW., serta (menghina) Islam yang melalui akun Facebooknya tersebut, pada bulan Juni 2014 lalu. …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.