Lolos Dari Eksekusi ISIS, Tentara Irak Ini Berpura-Pura Mati
Ali Hussein Kadhime, Lolos Dari Eksekusi ISIS (foto : theblazeDOTcom)

Lolos Dari Eksekusi ISIS, Tentara Irak Ini Berpura-Pura Mati

MutiaraPublic.com – Ali Hussein Kadhim masih sangat beruntung, sebab ia terhindar dari maut, ketika para militan ISIS (militan Negara Islam Irak dan Suriah), melakukan tindakan eksekusi massal bagi seratus lebih tentara Irak.

Ali Hussein Kadhim pun menceritakan bagaimana kronologis detik-detik ketika ia nyaris mati dalam aksi pembantaian tersebut. ternyata Ali Hussein Kadhim berhasil selamat dengan cara berpura-pura mati.

Ali Hussein Kadhim merupakan salah satu tentara Syiah yang berhasil ditangkap oleh para militan ISIS bersamaan dengan seratus lebih tentara Syiah lainnya. Ali Hussein Kadhim kemudian dibawa ke suatu tempat lapangan kompleks di daerah Tikrit (di mana pada tempat tersebut Saddam Hussein pernah tinggal).

ia juga melanjutkan, bahwa para militan ISIS tersebut, memisahkan antara tentara Syiah dan Sunni. Bagi para kaum Sunni di bebaskan/ diizinkan bebas. Sedangkan bagi para kaum Syiah disuruh membentuk suatu barisan untuk segera dieksekusi mati (eksekusi dengan cara di tembak mati).

Ali Hussein Kadhim berada di urutan ke 4 paska dieksekusi tersebut.

Ketika seorang eksekutor menembak orang yang pertama, darah seketika itu langsung menyembur ke wajah Ali Hussein Kadhim. {” Aku teringat jelas akan anakku, ia (anakku) seakan memanggil-manggil, ‘Ayah, ayah’ “} tutur Ali Hussein Kadhim itu.

Lalu tibalah giliran Ali Hussein Kadhim untuk dieksekusi, sang eksekutor pun langsung mengarahkan pistol berlaras panjang ke kepala Ali Hussein Kadhim dan teriakan pelurupun Dor…!!! dan ternyata tembakan pun meleset. Peluru itu hanya melewat pelipisnya. Akan tetapi Ali Hussein Kadhim berpura-pura menjatuhkan diri, sehingga seolah-olah ia tertembak.

{” Aku hanya berpura-pura meninggal (mati) setelah ditembak oleh sang eksekutor itu “} ungkap Ali Hussein Kadhim. Keputusan itulah yang pada akhirnya telah menyelamatkan dirinya.

Ketika pada saat sang eksekutor sudah menembaki seluruh para tahanan tersebut, sang eksekutor itu masih berjalan di antara tubuh-tubuh berlumuran darah. Para tahanan ada yang masih luka parah, namun mereka masih tetap bernafas.

Kemudian Para militan ISIS berkata ; {” Biarkan ia (tentara syiah) menderita. Ia adalah seorang Syiah kafir. Biarkan ia menderita, biarkan ia berdarah “} tiru Ali Hussein Kadhim yang menirukan perkataan dari seorang militan ISIS tersebut.

{” Ketika pada saat itu, diriku memiliki sebuah keinginan yang sangat besar untuk hidup “} tuturnya.

Ali Hussein Kadhim pun menunggu sekitar 4 jam untuk berpura-pura mati, dan ia pun melarikan diri pada saat gelap serta dirasa cukup aman. dan berhasil sampai ke tepi sungai Tigris yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat pengeksekusian tersebut.

Ali Hussein Kadhim kemudian bertemu dengan seorang pria yang bernama Abbas, yang terluka juga akibat ditembaki oleh para militan yang telah membuangnya ke sungai. Selama selang waktu 3 hari, ia bersama Abbas menghabiskan hari-hari itu dengan memakan tanaman dan serangga.

{” Aku pun kemudan mencari seranggga, lalu kemudian membuang kepalanya, dan selanjutnya memakannya,” ungkap dia.

Namun temannya Abbas yang tubuhnya terluka sangat parah tidak dapat bergerak dan juga tidak bisa memakan (makanan apapun). {” (selama kurun waktu) Tiga harian itu seperti diriku berada di dalam neraka “} ucapnya.

Dengan segera Ali Hussein Kadhim mulai merencanakan strategi pelariannya, sedangkan temannya Abbas yang kala itu kondisinya semakin lemah tidak dapat mengikutinya. Ia (Abbas) pun meminta Ali Hussein Kadhim (supaya nanti) untuk kembali menjemputnya, meskipun Abbas tahu bahwa dirinya yang terluka parah itu tak akan selamat.

{” Biarkan seluruh orang itu tahu, bahwa (sebuetulnya) apa yang terjadi di sini “} ucap Abbas pada waktu itu.

Ali Hussein Kadhim pun kemudian menyeberangi sungai. Ia menyelam supaya gerakannya itu tak diketahui oleh para militan ISIS. Akan tetapi di area seberang sungai itu merupakan kawasan Sunni. Ia pun sangat takut, karena aliran Sunni itu adalah bagian dari para kelompok militan pembantai tersebut.

Namun nyatanya warga Sunni yang ditemuinya pertama kali ternyata sangat baik hati. Ali Hussein Kadhim diberikan roti dan tomat untuk dimakan. Lalu salah satu orang warga Sunni itu memperingatinya (memberikan pesan).

{” Kalau engkau pergi, maka engkau akan mati ditembak. Kalau engkau di sini, juga tentu akan mati. Kalau engkau lewati jembatan itu, engkaupun juga akan mati. sesungguhnya engkau itu adalah mayat hidup “} tutur salah satu warga Sunni itu yang sangat baik hati kepadanya.

{” Aku pun tinggal di rumah salah satu warga Sunni yang sangat baik hati itu selama 3 hari. Mereka tak seperti orang-orang Sunni yang selama ini telah digambarkan Negatif. Tiga hari di tempat tersebut, ternyata ISIS telah mengetahui perihal keberadaannku. Mereka (para militan ISIS) mencariku, Namun tidak mengetahui aku ada di rumah warga yang mana,” ucap Ali Hussein Kadhim.

ia menlanjutkan, salah satu warga Sunni tersebut kemudian membawaku menuju Kota Al-Alam. Dengan juga melalui bantuan orang asing, Ali Hussein Kadhim pun dibantu menuju ke tempat yang aman.

Ali Hussein Kadhim sangat bersyukur akhirnya ia dapat selamat serta berkumpul bersama keluarganya (istri beseta putrinya) di tempat tinggalnya di Irak bagian selatan. Ali Hussein Kadhim pun merupakan satu-satunya saksi hidup serta menceritakan kisahnya pada seluruh dunia.

Sejumlah pejabat di Irak serta Ali Hussein Kadhim sangat yakin bahwa militan ISIS sudah menewaskan kurang lebih sebanyak 1.700 tentara Syiah. Tentunya kekejaman tersebut lebih mengerikan lagi dari pada apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Saddam Hussein pada waktu tahun 2006 dan 2007 tersebut. Ali Hussein Kadhim juga sangat meyakini masih ada seratas lebih tentara Syiah lainnya yang masih disandera militan ISIS di Tikrit.

 

 

Sumber : Berita Liputan6 SCTV
Redaktur : Erlinda Natalia


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

MutiaraPublic.com – Ali Hussein Kadhim masih sangat beruntung, sebab ia terhindar dari maut, ketika para militan ISIS (militan Negara Islam Irak dan Suriah), melakukan tindakan eksekusi massal bagi seratus lebih tentara Irak. Ali Hussein Kadhim pun menceritakan bagaimana kronologis detik-detik ketika ia nyaris mati dalam aksi pembantaian tersebut. ternyata Ali Hussein Kadhim berhasil selamat dengan …

Review Overview

0

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.