Si Tukang Gali Kubur Naik Haji (Foto ilustrasi)
Si Tukang Gali Kubur Naik Haji (Foto ilustrasi)

Masha Allah ! Kisah Nyata, Si Tukang Gali Kubur Naik Haji

MutiaraPublic.com – Kisah Nyata Si Tukang Gali Kubur Naik Haji, Nuryadin (59 tahun) meratapi dengan penuh syukur perihal kisah perjalanannya tersebut. Nuryadin sangat bersyukur kepada ALLAH S.W.T., tehadap nikmat yang diserahkan untuknya. sebagaimana impiannya yakni menjalankan rukun islam yang ke lima “haji” tahun ini.

“Saya teringat pada masa-masa perjuangan dulu, setiap selesai shalat saya terus berdoa semoga saya bisa naik haji. Alhamdulillah akhirnya impian saya pun terpenuhi,” Ucap syukur Nuryadin tersebut.

Sungguh banyak lika-liku dalam menggapai Hajat/ Impiannya agar bisa berangkat Ibadah Haji tersebut, beliau berkerja sangat keras karena beliau sendiri bukan keturunan keluarga kaya. Kehidupan beliau sangat sederhana, Akantetapi tekad bulatnya untuk menunaikan ibadah haji ke kota makkah begitu sangat kuat.

Bertahun-tahun, bahkan sangat lama sekali Pria dari dua bersaudara ini memendam keinginannya agar bisa beribadah haji secepatnya. Sedangkan Nuryadin tahu betul bahwa dana yang harus dikeluarkannya sangat besar agar dapat berangkat haji ke Baitullah. Sungguh tak sepadan dengan penghasilan yang ia dapat, beliau mengungkapkan bahwa gajinya sebagai Tukang gali Kubur itu hanya cukup untuk memebuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Tukang gali kubur di TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang bertempat di Benoloyo, Banjarsari. Yang mana antara Pemakaman Umum tersebut berjarak tak jauh dari tempat tinggalnya di Banyuanyar RT 001/ Rw 005 Banjarsari, Surakarta. Beliau menuturkan perihal bayarannya yang tak menentu, tergantung pada keikhlasan dari pihak keluarga jenazah yang membayari imbalan untuk menggali kuburan tersebut. Terkadang beliau hanya diberi upah Rp 50 ribu, 25 ribu, kadang pula Rp 10 ribu.

“Apabila belum ada orang wafat, saya pun tidak membawa uang ke rumah sama sekali, namun saya bekerja hal lain, misalnya; bantu-bantu apabila disuruh-suruh orang-orang, apa-pun pekerjaan saja,” paparnya sambil tersenyum.

Bukan sebatas anagan-angan dan mimpi. Nuryadin pun terus berikhtiar dan selalu bersyukur demi mewujudkan impiannya tersebut, dengan meyimpan Rupiah demi Rupiah hasil dari jerih payahnya setiap hari. “jika ada sisa uang lebih seribu rupiah saya tabung, berapapun saya wajibkan untuk dapat menyisisihkannya,” ungkap  si Tukang Gali Kubur Naik Haji tersebut.

Sedikit-demi-sedikit, tabungan hajinya pun semakin banyak. Walaupun tidak penuh untuk mencalonkan dirinya menjadi calon jamaah haji. Kata beliau biaya untuk calon haji perorang itu sebesar Rp 34,6 jutaan.

Hingga dari saking semangatnya Nuryadin tersebut akhirnya warga setempat mengajaknya untuk mengikuti arisan haji dengan memakai uang tabungannya tersebut. Sungguh kesempatan yang sangat luar biasa, sebuah kesempatan ia pun langsung mencoba mengikuti arisan tersebut. Separuh hasil jerih payah ia menabung itu digunakan untuk membayar arisan di putaran pertama, dan separuhnya lagi ia infaqkan untuk pembangunan masjid setempat.

Subhanallah wa Alhamdulillah, saya bersyukur saya diberi kesempatan oleh Allah” ucap si Tukang Gali Kubur Naik Haji tersebut.

Serontak Pria ini pun teringat istrinya. Ia juga berkeinginan agar istrinya ikut menemani dan merasakan kebahagiaan yang sama, yakni bisa bersama-sama berangkat haji ke tanah suci. Berkat Doa dan ibadahnya beliau Alhamadulillah… Allah SWT. memberikan pertolongan melalui HambaNya yang Dermawan, Serta Baik Hati daN Tidak Sombong (B.H.N.T.S.) tersebut, untuk memberikan bantuan agar istrinya juga bisa berangkat ke tanah suci.

“Saya tidak akan sebut nama beliau yang sudah bantu kami, berkat (uluran) tangan orang tersebut akhirnya kami (berdua) bisa berangkat ke Tanah Suci,” ucap Nuryadin teringat akan sesosok orang yang ikhlas memberikan bantuan secara cuma-cuma tersebut,.

Beliau menambahkan “Ia cuma ingatkan saya untuk rajin bersedekah,” imbuh Nuryadin Si Tukang Gali Kubur tersebut.

Nuryadin dan Sri Maryani (istrinya) akhirnya resmi mendaftarkan diri sebagai calon Jamaah haji pada tahun 2011. mereka sempat diisu-isukan akan berangkat ibadah haji pada tahun 2015 kemaren, akan tetapi mereka mundur hingga resmi berangkat pada tahun ini. Nuryadin dan Sri Maryani menjadi sepasang suami-isti yang resmi akan diberangkatkan bersamaan empat ratus lima (405) calon jamaah ibadah haji lainnya, asal kota Surakarta.

 

Semoga Kisah Si Tukang Gali Kubur Naik Haji ini bisa bermanfaat serta dapat memotivasi dan menginspirasi kita dalam meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Aamiiin !

 

 

 

Oleh : Ning Silviana Sholeha
Redaktur : Aminatul Jannah


DMCA.com Protection Status
* Silahkan anda sebar-luaskan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber : www.MutiaraPublic.com

Komentar Anda

Alamat Email Anda tidak akan Kami Publikasikan. Isian yang wajib diisi ditandai *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

IP Blocking Protection is enabled by IP Address Blocker from LionScripts.com.